Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik militer dengan Iran berpotensi dihentikan dalam dua hingga tiga minggu ke depan, tanpa harus melalui kesepakatan diplomatik.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Oval Office pada Selasa (31/3) saat menjawab pertanyaan wartawan terkait arah perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari dan terus mengalami eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Trump mengisyaratkan bahwa operasi militer Amerika Serikat dinilai telah mencapai tahap akhir.
“Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya rasa mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu,” ujar Trump dikutip dari AFP dan Al-Jazeera.
Lebih lanjut, Trump menekankan penghentian konflik tidak bergantung pada proses negosiasi atau kesepakatan formal dengan pihak Iran, melainkan pada hasil yang dicapai di lapangan.
“Mereka tidak perlu membuat kesepakatan, tidak,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Amerika Serikat dalam konflik ini adalah memastikan Iran tidak lagi memiliki kapasitas untuk mengembangkan senjata nuklir yang dinilai mengancam stabilitas global.
Menurutnya, selama target tersebut tercapai dan Iran tidak lagi memiliki kemampuan strategis dalam pengembangan nuklir, maka kehadiran militer AS tidak lagi diperlukan.
“Ketika kami merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu yang lama, terperangkap di zaman batu dan mereka tidak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kami akan pergi,” ucapnya.
Trump kembali menegaskan bahwa pendekatan yang diambil Washington tidak bergantung pada jalur diplomasi, melainkan pada hasil konkret dari tekanan militer yang dilakukan.
Konflik yang kian memanas turut berdampak pada sektor energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga menembus US$4 per galon, seiring terganggunya distribusi energi di kawasan Timur Tengah, khususnya di Strait of Hormuz, yang menjadi pusat ketegangan. Iran disebut terus menekan arus distribusi minyak global melalui kawasan tersebut, yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.
Dalam kesempatan terpisah, Trump juga mengkritik negara-negara sekutu yang dinilai enggan terlibat dalam pengamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut. Kritik itu disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Selasa (31/3), yang menunjukkan meningkatnya ketegangan di antara negara-negara Barat.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan melontarkan sindiran keras kepada negara-negara yang dianggap tidak memberikan dukungan terhadap Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
“Amerika Serikat tidak akan ada lagi untuk membantu Anda, sama seperti Anda tidak ada untuk kami. Sekarang cari minyak Anda sendiri!” tulis Trump.