Donald Trump kembali memperingatkan Iran agar segera menyetujui kesepakatan damai di tengah mandeknya negosiasi perang. Trump menegaskan bahwa waktu bagi Iran untuk mencapai perdamaian dengan Washington semakin sempit.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social pada Minggu (17/5), Trump meminta Iran untuk segera mengambil langkah cepat.
“Mereka sebaiknya segera bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT PENTING!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
Melansir BBC, senin (18/5), pernyataan itu disampaikan saat Trump berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, sebagaimana dilaporkan Times of Israel.
Pernyataan tersebut juga mengulang ancaman Trump sebelumnya yang menyatakan seluruh peradaban dapat hancur jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai. Presiden Presiden AS itu bahkan menilai gencatan senjata yang sempat berlangsung kini berada dalam kondisi kritis setelah AS menolak tuntutan terbaru dari Iran yang dianggap sama sekali tidak dapat diterima.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Amerika Serikat gagal memberikan konsesi konkret dalam tanggapan terhadap proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik. Kantor berita semi-resmi Mehr menyebut minimnya kompromi dari Washington berpotensi menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan pihaknya telah bersikap bertanggung jawab dan murah hati dalam proses negosiasi.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, Iran mengajukan sejumlah tuntutan utama, mulai dari penghentian perang di seluruh front konflik termasuk serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, jaminan tidak adanya serangan lanjutan, kompensasi atas kerusakan perang, hingga pengakuan terhadap kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan Washington mengajukan lima syarat balasan kepada Teheran. Salah satunya membatasi fasilitas nuklir Iran hanya pada satu lokasi serta memindahkan cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump juga sempat mengisyaratkan kemungkinan menerima penangguhan program nuklir Iran selama 20 tahun. Sikap tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai perubahan dari tuntutan awal Washington yang ingin menghentikan total program nuklir Iran.
Konflik antara AS dan Iran sendiri terus memanas sejak serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Situasi itu kemudian memicu blokade di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak dunia, dan menyebabkan harga energi global melonjak tajam.