Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir memicu kecaman internasional setelah membagikan video aktivis pro-Palestina yang ditahan dalam kondisi tangan terikat dan berlutut di pelabuhan Ashdod, Israel.
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (21/5), video tersebut diunggah Ben-Gvir melalui platform X setelah pasukan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza dan menahan ratusan aktivis asing.
Video bertuliskan ‘Welcome to Israel’ itu memperlihatkan puluhan aktivis berlutut dengan tangan terikat dan kepala menunduk ke tanah, sementara lagu kebangsaan Israel terus diputar. Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir juga terlihat mengejek para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel.
Rekaman itu langsung memicu kemarahan internasional. Pemerintah Prancis menyebut tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima sehingga langsung memanggil duta besar Israel untuk memberikan penjelasan. Selain itu, Spanyol juga mengecam perlakuan mengerikan yang dilakukan terhadap para aktivis dan memanggil kuasa usaha Israel di Madrid.
Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee, mengaku terkejut dan muak dengan video tersebut serta menuntut pembebasan segera para aktivis, termasuk saudara perempuan Presiden Irlandia.
Kecaman serupa datang dari Italia dan Yunani yang meminta warga negaranya segera dibebaskan. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, bahkan menuntut Israel menyampaikan permintaan maaf resmi. Kementerian Luar Negeri Turki juga menilai tindakan Ben-Gvir kembali menunjukkan mentalitas brutal dan barbar dari pemerintahan Perdana Menteri Israel .
Lebih dari Itu, aksi Ben-Gvir bahkan menuai kritik dari Netanyahu sendiri. Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan perlakuan terhadap para aktivis tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel.
"Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) sesegera mungkin," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, juga mengecam Ben-Gvir karena dianggap telah merusak citra Israel melalui tontonan memalukan tersebut.
Namun, Ben-Gvir membela tindakannya dan menyatakan dirinya bangga menjadi menteri yang bertanggung jawab atas operasi terhadap pendukung terorisme.
“Saya bangga menjadi menteri yang bertanggung jawab atas organisasi-organisasi yang hari ini bertindak melawan para pendukung teror tersebut.”
Sebagai informasi sekitar 50 kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla berlayar dari pekan lalu dalam upaya terbaru menembus blokade Israel terhadap Gaza, setelah konvoi sebelumnya juga dicegat bulan lalu.