sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Airlangga copot DPD Golkar pendukung Bambang Soesatyo

Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar dicopot oleh Airlangga Hartarto lantaran mendukung Bambang Soesatyo.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 15 Jul 2019 19:39 WIB
Airlangga copot DPD Golkar pendukung Bambang Soesatyo

Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar dicopot oleh Airlangga Hartarto lantaran mendukung Bambang Soesatyo.

Majelis Etik Partai Golkar menyinggung penonaktifan sejumlah pimpinan DPD II Maluku dan Cirebon melalui pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. 

Pimpinan DPD II Golkar yang dinonaktifkan itu diduga mendukung Bambang Soesatyo, yang menjadi rival Airlangga dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. 

Ketua Majelis Etik Partai Golkar Mohammad Hatta menilai, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ihwal penonaktifan sejumlah ketua DPD II tersebut. Menurutnya, penonaktifan tersebut diputuskan lantaran adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan.

"Kami hanya melihat ketua melakukan langkah-langkah penindakan terhadap staf atau anak buahnya yang dianggap menyimpang," kata Hatta, usai melangsungkan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gokkar Airlangga Hartarto, di Hotel Gran Melia kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Menurut Hatta, pencopotan itu merupakan hal biasa. Sebab, kader yang ditindak tidak melayangkan keberatan atas pencopotan ke Majelis Etik Partai Golkar. Dia menyebut, sejauh ini, hanya ada lima DPD dari daerah Bali yang mengajukan protes pencopotan pada Majelis Etik. Protes pun ditujukan pada Ketua DPD I Bali.

"Dan selama yang ditindak ini tidak melakukan upaya pembelaan diri, melaporkan hal lain ke Majelis Etik, ya kami anggap ini sah-sah saja," kata dia.

Lebih lanjut, Hatta mengungkapkan, pertemuan tersebut lebih difokuskan dalam menyampaikan rekomendasi atau evaluasi untuk partai berlambang pohon beringin tersebut. Dia berpesan kepada Bamsoet agar jajarannya di seluruh Indonesia dapat mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf.

Sponsored

"Kami sikapi oleh majelis etik positif dan harus kami upayakan itu didukung oleh segenap jajaran Partai Golkar agar kami bisa melihat nantinya perubahan yang lebih signifikan ke depan untuk kepentingan rakyat banyak," kata dia.

Selanjutnya, Hatta berpesan agar seluruh kader Partai Golkar dapat bersatu dalam mengahadapi Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember mendatang. "Yang sementara ini kami lihat terpecah, sempat tidak bersatu. Untuk itu, dalam menghadapi Munas Golkar yang akan datang, tentunya segenap Partai Golkar harus kompak," ucap dia.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tak banyak komentar ihwal pertemuan tersebut. Airlangga mengatakan garis besar pertemuan tersebut hanya membahas urusan internal partai.

"Saya sudah ditunggu rapat," kata Airlangga, sambil berjalan menuju mobil.

Saat disinggung ihwal pencalonan dirinya, dia tidak berkomentar banyak. Menurutnya, hal tersebut masih jauh untuk dibahas saat ini. "Ya itu nanti menjelang Desember," pungkas Airlangga.

Berita Lainnya