close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Robi Ardianto/Alinea).
icon caption
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding. (Robi Ardianto/Alinea).
Politik
Jumat, 07 Desember 2018 22:22

Akui belum optimal, timses Jokowi genjot tim media sosial

Meski memiliki potensi dan sumber daya yang besar, tim media sosial Jokowi-Ma'ruf belum terkoordinasi dengan baik.
swipe

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, mengaku belum optimal dalam mengelola media sosial. Namun Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding meyakini, pihaknya masih memiliki cukup waktu untuk meningkatkan pengelolaan media sosial.

"Waktu masih 4 bulan, jadi seluruh kekuatan besar media sosial Pak Jokowi akan segera menyebar," kata Karding di Jakarta, Jumat (7/12).

Menurutnya, selama ini kelemahan tim media sosial Jokowi-Ma'ruf belum terkoordinasi dengan baik. Karding pun mengatakan kondisi tersebut akan segera diperbaiki agar semakin maksimal.

Karding menjelaskan, potensi dan kekuatan media sosial yang dimiliki Jokowi-Maruf sebenarnya cukup besar. Hanya saja, mereka masih bermain sendiri-sendiri.

Karding meyakini, jika telah terkoordinasi dengan baik, tim media sosial Jokowi-Ma'ruf dapat meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di media sosial.

"Nanti nyalip, liat aja. Selow masih 4 bulan kok," ucapnya.

Politisi PKB itu pun mengatakan, media sosial dapat mempengaruhi perolehan suara khususnya kelas menengah ke atas. Ini disebabkan kelas menengah ataslah yang kerap menggunakan media sosial. Namun demikian, Karding juga mengakui jika media sosial merupakan sarana yang rentan terserang isu hoaks.

"Survei yang ada kan hoaks di medsos bisa mencapai 60%. Itu yang berbahaya, menurut saya sangat berbahaya," sebutnya.

Meski begitu, dia berjanji TKN tetap akan membangun narasi kampanye menggunakan data dan fakta.

Berdasarkan hasil Media Survei Nasional (Median) pada November 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di media sosial masih kalah dibandingkan Prabowo-Sandiaga.

Dikalangan pengguna Facebook, tingkat elektabilitas paslon Jokowi-Maruf di media sosial berada di angka 42,4%. sementara, Prabowo-Sandiaga sebesar 42,9%.

Di Instagram, elektabilias Jokowi-Ma'ruf berada di angka 39,1%, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh suara sebesar 48,9%.

Selanjutnya, di basis pengguna Twitter, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sekitar 29,5%, sementara paslon nomor urut 02 jauh diatas itu, yaitu 59,2%.

img
Robi Ardianto
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan