sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bungkam Demokrat Moeldoko, kubu AHY hadirkan para saksi

Demokrat kubu AHY ingin mengurangi debat sia-sia dengan kubu Moeldoko.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Jumat, 12 Mar 2021 17:57 WIB
Bungkam Demokrat Moeldoko, kubu AHY hadirkan para saksi

Mewakili Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan pihaknya akan mengurangi perdebatan yang tidak perlu dengan kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Herman Khaeron menegaskan, lebih baik menghadirkan fakta-fakta yang sah dan berkekuatan hukum tetap ketimbang "cekcok" dengan kelompok yang disebutnya sebagai gerakan pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD)

"Karena hanya akan sia-sia belaka," ujarnya dalam Konferensi Pers Menguak Kebenaran Jilid II: Konstruksi KLB Abal-Abal di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/3).

Pada kesempatan itu, Demokrat kubu AHY, menghadirkan saksi-saksi untuk membuktikan KLB Demokrat kubu Moeldoko di Deli Serdang ilegal, di antaranya Ketua DPC Demokrat Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsuddin Nur.

"Orang yang sudah pernah bertemu Pak Moeldoko, tetapi tidak mau berangkat ke Deli Serdang, silakan berdiri. Pak Syamsuddin ini mewakili 514 ketua DPC Partai Demokrat di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Saksi lainnya yang dihadirkan ke Kantor DPP Partai Demokrat adalah mantan Ketua DPC Partai Demokrat Bolaang Mongondow Utara, Rahman Dontili.

"Kemudian yang kedua adalah mantan Ketua DPC Bolaang Mungandow Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Rahman Dontili. Silakan berdiri. Pak Rahman ini hadir sebagai peserta KLB abal-abal. Mantan ketua DPC tetapi dihadirkan di dalam di Deli Serdang," lanjutnya.

Ada pula saksi-saksi lainnya yang dihadirkan, di antaranya Wakil Ketua DPC Demokrat Kotamobagu yang juga dihadirkan sebagai peserta KLB tanpa mandat dari ketua DPC setempat.

Sponsored

"Ini harus kami sampaikan kepada publik agar tidak salah menilai dan tentu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kami mencermati kelompok gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat atau yang disingkat GPK PD gencar memainkan narasi yang itu-itu saja, seperti kaset kusut yang bertujuan untuk mengulur-ulur waktu sambil merumuskan siasat licik dan jahat untuk menutupi tipuan serta kebohongan yang sudah dilakukannya," ujarnya.

Sebelumnya, KLB Deli Serdang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum terpilih saat pemungutan suara terbuka dalam KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, 5 Maret 2021. Dia berhasil mengalahkan bekas Ketua DPR, Marzuki Alie.

Forum tersebut dipersoalkan Partai Demokrat kubu AHY lantaran tidak memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) tentang KLB. Disetujui 2/3 DPD, 1/2 DPC, dan Majelis Tinggi Partai, misalnya.

Berita Lainnya