logo alinea.id logo alinea.id

Caleg PSI: Data bisa jadi senjata perang abad ini

Saat ini data digital seseorang di dunia maya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Mona Tobing
Mona Tobing Rabu, 04 Apr 2018 12:10 WIB
Caleg PSI: Data bisa jadi senjata perang abad ini

Apabila selama ini, kekayaan negara berasal dari komoditas alam. Kini, sumber kekayaan sebuah negara juga berasal dari data. Apabila dikelola dengan baik, niscaya data digital sama berharganya seperti tambang minyak dan gas. 

Bakal calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daniel Tumiwa mengatakan, era saat ini dimana data sangat berharga. Bukan tidak mungkin memiliki data sama kayanya dengan kepemilikan pertambangan minyak dan gas. 

"Data seperti minyak yang baru," kata Daniel seperti dikutip Antara

Daniel mengatakan saat ini data digital seseorang di dunia maya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Hal ini menyebabkan bisnis penjualan data menjadi bisnis yang menjanjikan saat ini. 

Tidak hanya dapat diakses di satu negara, data digital juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan negara lain. Maka dari itu Daniel menyebut bahwa kedaulatan digital suatu negara saat ini amat penting. 

"Sebab data seperti senjata perang abad ini," ujar mantan CEO OLX itu.

Daniel mengatakan selama ini pemerintah telah merancang RUU Perlindungan Data. Menurut dia, RUU itu harus segera masuk dalam prolegnas. Sehingga Indonesia memiliki kedaulatan digital dengan keberadaan regulasi jelas yang ditentukan oleh otoritas di Indonesia, bukan ditentukan perusahaan penyedia platform.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya literasi digital kepada publik. Gunanya, agar publik mengetahui hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dalam dunia maya. 

Sponsored

Terkait peristiwa bocornya data pengguna Facebook yang digunakan untuk kepentingan pemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat pada 2016. Daniel mendorong DPR RI turut memanggil perwakilan Facebook Indonesia untuk menanyakan terkait keamanan data digital penduduk di akun jejaring sosial tersebut.