close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Irman Gusman (kanan) bersama Akbar Tanjung (kiri) saat bersiap mengikuti sidang peninjauan kembali PK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (31/10/2018)/Antara Foto/Aprillio Akbar
icon caption
Irman Gusman (kanan) bersama Akbar Tanjung (kiri) saat bersiap mengikuti sidang peninjauan kembali PK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (31/10/2018)/Antara Foto/Aprillio Akbar
Politik
Kamis, 20 Mei 2021 14:35

Curhat Irman Gusman: Indonesia ibarat kapal mau tenggelam

Indonesia hadapi tujuh krisis, dari kesehatan, ekonomi, hingga politik identitas.
swipe

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menyebut kondisi Bangsa Indonesia ibarat kapal yang mau tenggelam di lautan. Di tengah kondisi itu, warga Indonesia justru saling bertikai dan menyalahkan satu sama lain.

Menurut Irman, persoalan hukum yang dialaminya tidaklah sebesar dengan masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia saat ini. Irman merupakan terpidana kasus suap pembelian gula impor di Perum Bulog. Irman Gusman resmi bebas setelah mendekam selama tiga tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada 2019 lalu.

"Setelah keluar dari universitas kehidupan (Lapas Sukamiskin) di Bandung, saya menyadari bahwa masalah hukum yang saya alami ini tidaklah seberapa berat apabila dibandingkan dengan masalah bangsa saat ini. Di mana kita mengalami krisis multidimensi berskala global yang kita alami bersama," kata Irman dalam sambutannya di acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional secara virtual, Kamis (20/5).

Irman mengatakan, ada tujuh krisis yang dialami Indonesia saat ini, yakni krisis kesehatan, ekonomi, sosial, kepercayaan, hukum dan keadilan, politik identitas dan krisis kebudayaan.

Menurutnya, di tengah krisis yang begitu banyak justru semakin menyerap energi masyarakat Indonesia dan terbuang begitu saja dengan saling bertengkar dan menjatuhkan. Sementara, lanjut Irman, opini yang bergulir di publik bukannya mempersatukan tapi malah semakin memecah-belah persatuan.

"Dan yang ramai dibicarakan bukan solusi mengatasi krisis tapi justru ucapan dan tindakan yang semakin memperburuk keadaan kita. Ibarat kapal di tengah lautan, lagi diterpa gelombang pancaroba besar. Sementara kapal itu bocor di sana-sini, tapi orang di kapal itu saling menyalahkan, bertengkar dan tidak menyelamatkan kapal ini," jelasnya.

Menurut Irman, yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran bahwa kondisi bangsa saat ini dalam keadaan bahaya. "Adanya kesadaran bahwa kita dalam kondisi bahaya yang dapat menenggelamkan kapal besar ini. Oleh karena itu, yang kita butuhkan adalah kebersamaan, kekompakan, keharmonisan, solidaritas sosial dan jiwa gotong royong yang baik untuk mengatasi kondisi tersebut," pungkasnya.

Di acara yang sama, Irman Gusman juga meluncurkan buku berjudul "Menyibak Kebenaran, Drama Hukum Jejak Langkah dan Gagasan Irman Gusman". Buku ini mengulas perjalanan Irman Gusman terkait persoalan hukum yang membelitnya, termasuk pandangan-pandangannya seputar problematika hukum di Indonesia.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan