sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR minta polisi buat mitigasi pergeseran jaringan teroris

Aziz Syamsuddin minta pintu masuk lalu lintas manusia dan barang diperketat.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 14 Des 2020 19:25 WIB
DPR minta polisi buat mitigasi pergeseran jaringan teroris

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin meminta Polda Lampung untuk memitigasi pergeseran pergerakan jaringan terorisme dari wilayah Pulau Jawa ke Sumatera.

Permintaan itu dilayangkan lantaran dirinya khawatir atas maraknya penangkapan terorisme dan terungkapnya aliran dana pelatihan teroris dari kegiatan filantropi di minimarket atau supermarket.

"Kepolisian harus dapat mendeteksi dini serta bertindak cepat dan tepat untuk mendata dan menangkap para pelaku dan mencegah tumbuhnya sel sel baru yang diduga jaringan terorisme," kata Azis, kepada wartawan, Senin (14/12).

Menurut politikus Partai Golkar itu, salah satu bentuk upaya mitigasi penyebaran teroris dapat dilakukan dengan memperketat pintu masuk lalu lintas masuk orang dan barang yang menghubungkan setiap provinsi, baik darat, laut dan udara.

Pengetatan pintu masuk di setiap provinsi dinilai dapat menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. Baginya, penciptaan kondisi aman juga merupakan tugas dari aparat keamanan.

"Jangan sampai Aparat Keamanan kecolongan dan terjadi sebuah hal yang kita tidak harapkan di akhir tahun 2020 ini," tegasnya.

Sebelumnya, Polri mengungkap sokongan dana kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) setelah Taufik Bulaga alias Upik Luwanga (UL) ditangkap. Dana tersebut bersumber dari badan usaha milik perorangan atau milik anggota JI sendiri.

Dukungan dana itu disebut dalam jumlah besar. Namun, Polri tak memerinci totalnya. Dana itu digunakan untuk memberangkatkan para teroris ke Suriah untuk pelatihan militer hingga taktik teror.

Sponsored

"Selain itu, untuk gaji rutin para pimpinan Markaziyah JI serta pembelian persenjataan dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliyah atau jihad organisasi JI," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/11).

Berita Lainnya
×
tekid