logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra: Penumpang gelap hasut Prabowo, ingin Indonesia chaos

Penumpang gelap ini, kata Andre, tidak berasal dari koalisi pihaknya, dan bukan pula kelompok ulama 212.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 10 Agst 2019 16:30 WIB
Gerindra: Penumpang gelap hasut Prabowo, ingin Indonesia chaos

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, ada penumpang gelap yang mencoba menghasut Prabowo Subianto agar mengorbankan ulama dan emak-emak pascaputusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Beberapa kali, kata Andre, penumpang gelap menghasut Prabowo untuk berkonflik dengan Jokowi.

Penumpang gelap ini, kata Andre, tidak berasal dari koalisi pihaknya, dan bukan pula kelompok ulama 212.

"Kami ingin mengklarifikasi oknum penumpang gelap itu bukan teman-teman kami. Penumpang gelap itu adalah orang yang ingin membenturkan. Orang ini datang ke Pak Prabowo lalu meminta pak Prabowo untuk mendorong ulama dan emak-emak menjadi korban bentrokan," katanya saat ditemui Alinea.id di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Akan tetapi, menurut Andre, Prabowo sama sekali tak tertarik dengan saran si penumpang gelap karena dipandang hanya akan mengorbankan ulama dan pendukungnya yang lain.

"Orang itu (penumpang gelap) ingin Indonesia chaos. Ingin pak Jokowi disalahkan. Ingin Indonesia ini ribut. Pak Prabowo sebagai patriot dan negarawan menolak hal itu," ujarnya.

Meski demikian, Andre enggan membeberkan identitas si penumpang gelap tersebut. Andre menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menindak penumpang gelap itu.

"Biarkan aparat yang bekerja. Penegak hukum yang bekerja untuk membuktikan penumpang gelap itu," katanya.

Rumor soal penumpang gelap di barisan pendukung Prabowo-Sandiaga ini dilontarkan pertama kali oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di sela-sela pemaparan survei Cyrus Network di Hotel Ashley, Jakarta, Jumat (9/8).

Sponsored

Sufmi menyebut di barisan pendukung Prabowo-Sandi saat pilpres 2019 terdapat penumpang gelap yang mencoba menghasut Prabowo untuk mengorbankan ulama dan emak-emak untuk memicu keributan.

Merasa sangat berbahaya jika dibiarkan, akhirnya Prabowo memutuskan untuk melakukan manuver, membuat si penumpang gelap itu terhempas dari arena pertarungan Pilpres 2019.