close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Alinea.id/Aisya Kurnia
icon caption
Ilustrasi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Alinea.id/Aisya Kurnia
Politik
Selasa, 24 Januari 2023 12:09

Elektabilitas Prabowo cenderung menurun, Gerindra sebut survei bukan segala-galanya

Gerindra tetap optimistis bahwa Prabowo Subianto akan memenangkan Pemilu 2024.
swipe

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, merespons menurunnya elektabilitas Prabowo Subianto dalam berbagai survei. Menurut Muzani, hasil survei bukan segala hal yang akan menentukan kemenangan seseorang dalam sebuah kontestasi pemilu.

"Kita dalam perjuangan politik selalu hasil survei itu menjadi pertimbangan, tapi tidak segala-galanya. Karena kami pernah melakukan itu dalam beberapa kali perjuangan politik," kata Muzani kepada wartawan, Selasa (24/1).

Muzani mencontohkan Pilkada DKI 2012, di mana pasangan Jokowi-Ahok kala itu diprediksi akan kalah melawan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli oleh lembaga survei. Namun, berkat kerja keras partai pendukung dan simpatisan, Jokowi-Ahok pun berhasil keluar sebagai pemenang.

"(Diprediksi perolehan suara) Pak Jokowi-Ahok 5%, menghadapi 35 atau 31% dengan Fauzi Bowo. Perjuangan bersama-sama dengan PDI perjuangan dengan masyarakat akhirnya menang," kata Muzani.

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Januari 2022 menempatkan tiga tokoh di puncak elektabilitas, yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto. Dalam hasil survei tersebut, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menduduki peringkat pertama (27,25), disusul Anies (16,8%) dan Prabowo (16%) di peringkat ketiga.

Survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Desember 2022 menyebutkan, Ganjar Pranowo masih unggul atas tokoh-tokoh lain untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024 dari berbagai hasil simulasi. Sementara, suara Anies Baswedan mulai menggeser Prabowo Subianto.

Dalam simulasi semi terbuka dengan daftar 45 nama, Ganjar mendapatkan dukungan 26,5% disusul Anies 18,6% Prabowo 16,8% dan Ridwan Kamil 6%.

Kemudian, survei Poltracking Indonesia yang dirilis November 2022 menempatkan Ganjar sebagai calon presiden (capres) terkuat di Pilpres 2024. Dari tiga kali simulasi, Gubenur Jawa Tengah itu masih unggul atas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh potensial lainnya.

Dalam simulasi dengan 20 nama capres misalnya, elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 28.3%, disusul Anies Baswedan (24.9%) dan Prabowo Subianto (23.1%).

Menurut Muzani, hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei akan dijadikan bahan analisis oleh pihaknya. Namun, ia menekankan bahwa hasil survei itu tidak dapat dijadikan acuan.

"Ya namanya survei, ya kadang disusul kadang kita menyusul. Kita menggunakan strategi perjuangan itu sudah berkali-kali, jadi kita terima kasih atas hasil survei. Apapun buat kami adalah itu pemicu bagi perjuangan kami," tandasnya.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan