sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hacker China diduga retas situs BIN, Kemenkominfo kena 'sentil'

Serangan hacker di bidang politik diyakini lebih kuat daripada ekonomi, kesehatan dan sosial.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 13 Sep 2021 15:24 WIB
Hacker China diduga retas situs BIN, Kemenkominfo kena 'sentil'

Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta pemerintah, khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lebih serius sikapi persoalan keamanan data.

Hal ini diungkapkan Sukamta menyoroti dugaan peretas menembus jaringan internal setidaknya sepuluh kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk  Badan Intelijen Negara (BIN).

Dugaan peretasan itu terungkap dari laporan Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future. Menurut laporan tersebut, penyusupan ke jaringan internal BIN dikaitkan dengan Mustang Panda yang menargetkan kawasan Asia Tenggara.

"Sejak lama saya sudah khawatir, ketika data-data dunia bisnis dan kesehatan bocor, bukan berarti bidang politik tidak ada kebocoran. Ini hanya soal waktu saja, kapan akan terungkap kebocoran datanya," kata Sukamta kepada alinea.id.id, Senin (13/9).

Dia meyakini serangan hacker di bidang politik lebih kuat daripada ekonomi, kesehatan dan sosial. Menurutnya, harus dilakukan evaluasi, kemudian pembenahan tata kelola data dan dunia siber di Indonesia secara menyeluruh. 

Alasannya, jelas Sukamta, kasus pembobolan jutaan data telah berulang kali, namun Kemenkominfo sebagai kementerian leading sector yang bertanggung jawab terhadap data dan informasi seperti 'macan ompong'.

"Aumannya kencang tapi tidak bisa menggigit. Kasus penipuan online, pembobolan jutaan data seperti angin lalu tak jelas arahnya. Kominfo sebatas bisa memblokir situs-situs porno, judi, penipuan, SARA dan lain-lain," ungkapnya.

Di sisi lain, politikus Partai Keadilan Sejahtera ini juga memberi catatan khusus mengenai maraknya serangan hacker asal China tersebut. Menurutnya, serangan secara massif di berbagai negara yang menjalin kerja sama ekonomi seperti Indonesia saat ini penting untuk diperhatikan.

Sponsored

Sukamta mengatakan, Indonesia bekerja sama dengan China di bidang ekonomi, namun menjadi aneh ketika data-data strategis di kementerian dan lembaga disasar oleh hacker China.

"Apakah ini murni peretasan untuk tujuan prestise dan ekonomis bagi nama kelompok hacker? ataukah peretasan ini terjadi secara terstruktur dengan tujuan selain ekonomi," bebernya.

Menurutnya, spionase oleh Mustang Panda ini kemungkinan juga bukan satu-satunya upaya pembobolan data-data strategis, bisa jadi ada yang lain, namun belum terungkap. "Maka tugas BSSN ialah menangkalkan dan mengungkap setiap spionase data strategis Indonesia agar kasus-kasus pembobolan data bisa tuntas," katanya.

"Bila ditemukan ini spinonase yang direncanakan, Pemerintah Indonesia perlu melakukan protes kepada Pemerintah China," pungkasnya.

Berita Lainnya