sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hari kedua munas, dari 9 tersisa 2 caketum Golkar

Dua caketum tersisa adalah Airlangga Hartarto dan Ridwan Hisjam.

Akbar Ridwan Marselinus Gual
Akbar Ridwan | Marselinus Gual Rabu, 04 Des 2019 11:01 WIB
Hari kedua munas, dari 9 tersisa 2 caketum Golkar

Musyawarah Nasional atau Munas X Golkar yang akan berakhir dengan pemilihan ketua umum, kembali digelar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12). Dari sembilan orang, hanya tersisa dua bakal calon ketua umum di hari kedua penyelenggaraan munas.

Kedua orang tersebut adalah calon petahana Airlangga Hartarto dan Ridwan Hisjam. Adapun sisanya dinyatakan tidak memenuhi syarat atau memutuskan mundur sebelum munas dimulai.

Ada empat orang yang dinyatakan tidak lolos administrasi oleh komite pemilihan. Mereka adalah Derek Lopatty, Aris Mandji, Indra Bambang Utoyo, serta Achmad Annama. Sedangkan tiga calon lainnya memilih untuk mundur dari bursa pemilihan, termasuk calon kuat Bambang Soesatyo alias Bamsoet, serta Agun Gunandjar Sudarsa dan Ali Yahya.

Keputusan untuk tidak meneruskan pencalonan sebagai Ketua Umum Golkar, dilakukan Bamsoet setelah melakukan diskusi dengan sejumlah tokoh senior partai berlambang pohon beringin. Tiga orang yang dimaksud adalah Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Ketum Golkar Airlangga Hartanto, serta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan.

"Demi menjaga soliditas, keutuhan Golkar, saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketum Golkar," ucap Bamsoet di depan Luhut dan Airlangga di Kemenko Kemaritiman, Selasa (3/12).

Agun juga menyatakan keputusannya dilatarbelakangi lobi politik yang dilakukan kubu Airlangga. Menurut Agun, dirinya telah mendapat jaminan dari utusan Airlangga, Melchias Markus Mekeng, bahwa komposisi kepengurusan Golkar akan disusun secara demokratis. Golkar dipastikan akan menjadi partai demokratis selama lima tahun masa kepemimpinan Airlangga ke depan.

"Saya bilang, 'Mel (Mekeng), kalau ada jaminan dari pemimpin yang akan terpilih lima tahun ke depan akan menjalankan mekanisme demokrasi, berarti tujuan saya sudah tercapai.' Saya mundur, untuk apa saya lanjutkan, supaya lebih mulus'," ujar Agun di Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

Sementara itu, informasi pengunduran diri Ali Yahya disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Nasional Golkar Adies Kadir. Menurutnya, Ali memutuskan tak melanjutkan pencalonan dirinya karena terjegal syarat dukungan 30% suara.

Sponsored

"Mungkin kurang kesiapan karena terkait persyaratan 30% dukungan. Kalau susah didapat, percuma juga maju. Mungkin itu ya, saya juga kurang tahu. Yang saya dengar ya, beliau sudah mengundurkan diri," kata Adies.

Terkait persyaratan dukungan 30% suara, Bamsoet dan loyalisnya sempat berkali-kali menuding hal tersebut sebagai upaya yang dilakukan pihak Airlangga agar terpilih secara aklamasi. Kubu Bamsoet pun sempat menyatakan ancaman akan menggelar munas tandingan jika persyaratan ini tidak diubah.

Meskipun telah menyatakan mundur, komite pemilihan belum menerima pernyataan resmi dari Bamsoet. Ketua Komite Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan, belum menerima surat resmi pengunduran diri dari Bamsoet. 

Lain halnya dengan Agun, yang segera menyelesaikan syarat administrasi pengunduran dirinya. Agun mengaku telah menandatangani surat pernyataan di atas materai ihwal pengunduran dirinya. 

Aklamasi

Dengan hanya tersisa dua kandidat calon ketua umum, pemilihan Ketua Umum Golkar diyakini berlangsung secara aklamasi. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, tak ada lagi calon kuat yang dapat menyaingi Airlangga.

"Kemungkinan besar arahnya kepada aklamasi," kata Ace.

Meski demikian, dia menjelaskan, proses dan mekanisme pemilihan akan tetap berlangsung sesuai mekanisme AD/ART partai.

Hal senada disampaikan Adies. Menurutnya, mekanisme musyawarah mufakat bisa dilakukan apabila tidak ada calon lain yang maju untuk melawan Airlangga.

"Kalau musyawarah mufakat dan tidak ada calon yang maju, berarti itu otomatis aklamasi. Tidak ada pemilihan. Aklamasi. Kami lihat sampai saat ini calon yang sangat kuat masih Pak Airlangga Hartanto, lawan kuat beliau Pak Bambang Soesatyo sudah mengundurkan diri demi kepentingan partai," kata Adies.