close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Herman Khaeron. Foto: DPR.go.id
icon caption
Herman Khaeron. Foto: DPR.go.id
Politik
Sabtu, 09 September 2023 16:16

Herman Khaeron: Demokrat cocok dengan koalisi mana pun, asal bukan yang kemarin

Menurut Herman, Partai Demokrat memiliki rasionalitas dalam mengambil sikap dan keputusan dalam memilih mendukung Ganjar atau Prabowo. 
swipe

Setelah cabut dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden, Partai Demokrat ada di antara dua koalisi pilihan. Mendukung Ganjar Pranowo, atau Prabowo Subianto. 

Bagi Partai Demokrat, tidak ada isu besar yang menghalanginya untuk memilih di antara dua pilihan koalisi tersebut. Baik koalisi partai pendukung Prabowo maupun Ganjar sama-sama 'cocok' untuk Partai Demokrat.    

"Ke semuanya cocok. Kecuali ke (yang) kemarin enggak cocok," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2023).

Menurut Herman, Partai Demokrat memiliki rasionalitas dalam mengambil sikap dan keputusan dalam memilih mendukung Ganjar atau Prabowo. 

"Dan selalu didasarkan kepada etika, moral politik yang baik. Baik itu memang menjadi keputusan pak SBY maupun keputusannya ketum AHY," lanjutnya. 

Ia juga mengklaim bahwa Demokrat memiliki basis massa yang militan dalam mengampanyekan calon yang diusung. Hal itu terbukti dengan pemasangan atribut-atribut hingga pelosok, seperti ketika Demokrat masih berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Hal ini lah yang menjadi daya tarik Demokrat. 

"Kemarin pada waktu kami berada di Koalisi Perubahan hampir seluruh Indonesia sampai pelosok desa-desa, kampung-kampung juga kami telah memasang atribut. Dan kami memasang atribut juga dalam batas etika," ungkap Herman.

Demokrat tidak pernah mendahului kehendak koalisi dalam pencalonan capres-cawapres. Itu juga yang terpampang dalam atribut atau baliho partai yang dipasang.

"Munculnya gambar ketua umum juga sebagai ketua umum, bukan sebagai cawapres. Tapi sebagai ketua umum," ujarnya.
Ia pun mengatakan setelah berpisah dengan KPP, Demokrat membuka ruang pada koalisi mana pun.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan