logo alinea.id logo alinea.id

Jadi staf Jokowi, Ngabalin bertugas redam serangan politik

Ngabalin punya nilai lebih, yakni berlatar belakang ulama dan punya jaringan di kelompok muslim yang bisa memperkuat komunikasi.

Mona Tobing
| Mona Tobing Jumat, 25 Mei 2018 12:08 WIB
Jadi staf Jokowi, Ngabalin bertugas redam serangan politik

Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali turut mengomentari masuknya Ali Mochtar Ngabalin ke dalam istana. Amali mengatakan wajar apabila Ngabalin menjadi Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kantor Staf Presiden. 

Bagi Amali, masuknya kader Golkar ke dalam istana bakal memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan sehingga langkah tersebut sudah tepat. Ngabalin disebut menjadi jembatan komunikasi antara istana dengan pihak luar yakni masyarakat. 

"Sebagus apa pun yang telah dikerjakan pemerintah. Apabila tidak ada yang mengomunikasikan ke masyarakat, tentu tidak akan tahu sudah berbuat apa," kata Amali seperti dikutip Antara

Dia menilai Ngabalin yang berlatar belakang ulama dan punya jaringan di kelompok muslim bisa memperkuat komunikasi pemerintah ke berbagai kalangan. Apalagi, rekam jejaknya cukup baik karena memiliki jaringan yang luas di kalangan pesantren. 

Soal anggapan hadirnya Ngabalin di lingkaran dalam kepresidenan sebagai langkah politik, politisi Partai Golkar menampiknya. Bagi Amali, keputusan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menunjuk Ngabalin didasarkan atas profesionalitas, diapresiasi sebagai manifestasi inklusifitas dan bukan untuk kepentingan politis. 

Lagipula, katanya penambahan jumlah personil di lingkaran dalam istana berbanding lurus dengan upaya penyebarluasan informasi tentang kinerja dan keberhasilan pemerintah. Ngabalin dinilai bisa meredam serangan-serangan politik kepada pemerintah.

Sebelumnya, Moeldoko menilai Ngabalin adalah politisi senior yang memiliki banyak pengalaman dan jaringan. Tugasnya adalah sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden dan membantu mengomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah. 

Terhitung sejak 1 Mei 2018, Kantor Staf Presiden mengangkat beberapa tenaga profesional baru, untuk memperkuat peran lembaga yang didirikan berdasarkan Peraturan Presiden No. 26/2015 ini. Salah satunya adalah Ali Mochtar Ngabalin yang menempati posisi sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. 

Sponsored

Mengetahui kontroversi dirinya yang masuk ke lingkaran istana, Ngabalin menegaskan bahwa motivasinya hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, menurutnya kinerja Presiden Joko Widodo dan para pembantunya juga cukup baik sampai saat ini. 

"Anda harus redamkan seluruh kebencian, itu pikiranku. Karena itu saya mau datang ke sini," ujarnya.