logo alinea.id logo alinea.id

Kirana Larasati: Artis adalah bagian kemenangan

Kirana berjanji akan mengelola isu perempuan dan anak secara serius, bila terpilih menjadi anggota legislatif.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Jumat, 22 Feb 2019 17:04 WIB
Kirana Larasati: Artis adalah bagian kemenangan

Aktris Kirana Larasati mengaku terpanggil terjun ke politik praktis sejak Joko Widodo menjabat presiden pada 2014.

Jokowi yang menurutnya sederhana dan ramah, membuatnya simpati. Ditemui setelah diskusi bertajuk “Jangan Alergi Sama Politik” di Yan Kedai Kopi, Jakarta Pusat, Rabu (20/2), aktris yang melambung namanya melalui sinetron Azizah (2007) di salah satu stasiun televisi swasta ini mengaku, sebelumnya ia tak pernah mengenal tentang dunia politik.

“Yang lebih melekat di pikiran warga kebanyakan, politik itu dicitrakan buruk, pengambilan atau rebutan kekuasaan,” kata dia.

Kirana yang menjadi duta artis pemberantasan narkoba sejak 2012 ini mengatakan, sempat merasa waswas saat akan menyetujui tawaran beberapa partai politik untuk menjadi kader mereka. Rasa ragu-ragu itu langsung hilang sejak Jokowi terpilih menjadi kepala negara.

“Saya percaya dengan kepemimpinan beliau (Jokowi). Beliau sangat memanusiakan dan mengingatkan bahwa kita semua adalah satu bangsa Indonesia, punya hak yang sama,” ujarnya.

Lalu, setelah itu, ia punya tekad bulat dan bersemangat untuk terjun ke dunia politik, karena melalui politik dirinya percaya bisa mengurus persoalan bangsa.

Bukan hanya popularitas

Kirana akan bertarung dalam pemilihan anggota legislatif pada April 2019 mendatang. Ia terdaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan Jawa Barat 1 (Cimahi dan Bandung).

Sponsored

Bintang film dan sinetron ini sekarang mengurangi aktivitas di dunia hiburan. Kini, Kirana sibuk “bergerilya” politik, dengan cara diskusi dan menyapa masyarakat di beberapa kota di Indonesia. Semua itu ia lakukan untuk memperkenalkan diri, sebelum pencoblosan nanti.

Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung 2008 ini menampik pandangan orang, yang menganggap artis yang menyeberang ke dunia politik hanya mengandalkan popularitas.

Kirana Larasati menjadi anggota calon legislatif dari PDIP. (Alinea.id/Robertus Rony Setiawan).

“Banyak sekali artis yang sudah memberikan karyanya untuk bangsa ini lewat dunia politik,” kata dia.

Kirana mencontohkan, Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari sudah menunjukkan keberanian dan kualitas sebagai artis yang mampu bergelut di dunia politik.

Rieke, yang populer sebagai Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri, lebih dahulu terjun ke dunia politik pada 2009. Saat itu, Rieke menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 dari PDIP.

“Kita ini (artis) bukan hanya pelengkap kemenangan. Kita adalah bagian dari kemenangan,” katanya.

Kemenangan yang dimaksud Kirana adalah kemenangan saat politik berhasil mengatasi persoalan kemanusiaan yang riil terjadi di lingkungan sekitar.

“Politik itu bukan sekadar di Istana atau gedung MPR-DPR. Politik itu ada dalam keseharian hubungan antarmanusia kita. Kalau kita tidak paham politik, nanti ada pelacuran, nanti kejahatan akan semakin meningkat,” katanya.

Golput, perempuan, dan anak

Di usianya yang kini 31 tahun, Kirana meyakini dirinya untuk mengambil momentum terbaik di Pemilu 2019 dan mengabdi kepada negara. Ia pun mengajak calon pemilih pemula dari generasi milenial dan Z untuk memberi suara mereka.

Bagi Kirana, menjadi golput bukan pilihan yang pas, karena akan menentukan masa depan negara ini.

“Jika Anda ingin menjadi bagian dari suatu sistem, jadilah bagian dari itu. Ikut dan bergabunglah dalam pesta demokrasi pemilu untuk mengubah sistem,” ujar Kirana.

Lebih lanjut, Kirana mengatakan, pemimpin-pemimpin sebagai wakil rakyat yang terpilih dari hasil pemilu akan berdampak bagi masyarakat, tak terkecuali bagi mereka yang memilih golput. Bisa jadi, kata dia, masyarakat yang memilih golput karena kecewa dengan hasil kerja anggota dewan.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengenal rekam jejak para politikus partai politik.

Kekecewaan sebagian masyarakat terhadap kinerja anggota dewan maupun presiden, menurutnya, merupakan hal yang wajar.

“Karena calon pemimpin yang abal-abal banyak, atau yang sudah jadi pemimpin malah lupa (janjinya),” kata dia.

Kirana pun membagikan kiat untuk menyeleksi calon pemimpin. “Cari yg terbaik. Kita harus jelas dan tepat memilih calon pemimpin. Mari mulai membudayakan membaca dari sumber informasi yang kredibel,” katanya.

Kirana juga mencoba memberikan pemahaman politik kepada publik. Sebagai caleg yang akan bertarung ke kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kirana punya visi yang akan diusungnya.

Ia memiliki fokus pada masalah perempuan dan anak. Ia berjanji akan mengelola isu perempuan dan anak secara serius, bila terpilih menjadi anggota legislatif.

“Masih banyak masalah perempuan, seperti kanker payudara dan angka kematian ibu melahirkan. Maka, saya selalu berfokus dan menaruh perhatian pada persoalan ini,” ujarnya.