sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menebak safari politik Prabowo ke kandang Banteng

Pada Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo kalah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada momen Lebaran 2022, ia melakukan safari ke dua lokasi ini.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Minggu, 08 Mei 2022 08:44 WIB
Menebak safari politik Prabowo ke kandang Banteng

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai kunjungan ke pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi indikasi kuat Prabowo Subianto sudah siap untuk pencapresan 2024. 

Dua provinsi itu sengaja dikunjungi setidaknya untuk memperkuat dukungan kepadanya. Apalagi pada Pilpres 2014 dan 2019 Prabowo kalah di dua provinsi tersebut. Menurut Jamiluddin, Prabowo tampaknya tidak ingin mengulangi kekalahan itu sehingga merasa perlu mendatangi pesantren berpengaruh di dua provinsi tersebut

"Harapannya tentu untuk meningkatkan elektabilitas menjelang Pilpres 2024. Setidaknya peningkatan elektabilitas itu dapat diperolehnya dari warga NU (Nahdlatul Ulama) di Jatim dan Jateng yang pada pilpres sebelumnya lebih banyak memilih Joko Widodo," ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (8/5).

Jamiluddin mengatakan, upaya untuk meningkatkan elektabilitas semakin jelas dengan disempatkannya berkunjung ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat bersafari ke Jatim. Prabowo perlu mendapat dukungan dari Khofifah karena memang berpengaruh di Jatim dan sosok yang mengakar di warga Nahdliyin.

"Jadi, kalau Khofifah bisa diajak menjadi bagian gerbongnya, maka Prabowo berharap elektabilitasnya di Jatim akan moncer. Hal itu diperlukannya agar Prabowo pada Pilpres 2024 dapat menang di Jatim," ujar dia.

Di Jawa Tengah, kata Jamiluddin, Prabowo tampaknya sengaja bersafari ke kiai berpengaruh. Sebab, peluang mendapat dukungan akan lebih besar daripada Prabowo berlunjung ke tokoh nasionalis. 

Meski kubu nasionalis di Jateng sudah sangat sulit untuk berpaling dari PDI, namun safari politik Prabowo itu tampaknya tidak akan signifikan meningkatkan elektabilitasnya. Sebab, kalangan Islam sudah banyak yang kecewa terhadap Prabowo setelah ia menjadi bagian kabinet Jokowi.

"Mereka tampaknya sudah berpaling dari Prabowo. Bagi mereka, Prabowo hanya dinilai sebagai bagian masa lalu. Mereka sudah tutup buku terhadap Prabòwo," kata Jamiluddin.

Sponsored

Bagi Jamiluddin, safari politik Prabowo juga membuat spekulasi siapa yang akan digandengnya pada Pilpres 2024, apakah Puan Maharani atau Khofifah.

Dia berpendapat, peluang Puan dan Khofifah memang sama besarnya. Sebab, baik Puan dan Khofifah sama-sama punya nilai plus dan minus. Puan didukung partai terbesar di Indonesia, PDIP. Basis massa yang besar yang dimiliki PDIP tentu dapat diarahkan untuk memenang Prabowo bila berpasangan dengan Puan. Mesin partai yang besar dan militan menjadi modal untuk menggerakkan massa untuk mendukung Prabowo dan Puan. 

"Kalau berpasangan dengan Puan, sudah pasti pasangan ini dapat diusung. Sebab, basis suara dukungan untuk dua partai itu sudah lebih untuk dapat mengusung pasangan Prabowo-Puan," kata dia..

Bila Prabowo berpasangan dengan Khofifah, dukungan besar juga dapat diperoleh. Sebagian besar warga Nahdliyin berpeluang mendukung pasangan Prabowo-Khofifah. Hanya saja, kata Jamiluddin, bila Prabowo berpasangan dengan Khofifah, maka Gerindra harus mencari partai koalisi agar dapat mengusung pasangan tersebut. 

"Tentu tidak mudah bagi Gerindra mencari partai untuk berkoalisi," ungkapnya.

Sayangnya, tambah Jamiluddin, baik Puan dan Khofifah, hingga saat ini eleltabilitas masih sangat rendah. Hal itu akan menjadi kendala bagi mereka untuk memenangkan pilpres bila berpasangan dengan Prabowo. Namun demikian, Prabowo tampaknya akan lebih memilih Puan menjadi pasangannya. Puan dinilai lebih menguntungkan untuk memuluskan Prabowo maju pada pilpres 2024.

Sementara Khofifah tampaknya akan tetap di Jawa Timur. Khofifah kemungkinan akan diusung Gerindra untuk ikut Pilgub pada Pilkada serentak 2024. "Khofifah diharapkan dapat mengamankan suara untuk Prabowo pada Pilpres 2024," pungkas dia.

Berita Lainnya