Merasa diusir dari Indonesia, Pendemo: Wiranto bertaubatlah

"Kalau anda (Wiranto) anti terhadap kalimat Tauhid. Maka cari tempat lain selain bumi Allah."

Merasa diusir dari Indonesia, Pendemo: Wiranto bertaubatlah Para pendemo saat melakukan aksi bela Tauhid di Jakarta. Foto: Robi Ardianto/Alinea.id

Anggota Dewan Pembina Front Pembela Islam, Muchsin Alatas, yang turut melakukan aksi demonstrasi terkait pembakaran bendera berlafazkan Tauhid meminta agar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, bertaubat.

“Anda muslim sudah tua, sudah gaek.  Lebih baik bertaubat. (Masa) kami disuruh pergi ke luar Indonesia. katanya kami anti Pancasila,” kata Muchsin dari atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, pada Jumat (2/12).

Menurut Muchsin, tudingan Wiranto pihaknya merupakan anti terhadap Pancasila tak benar. Sebaliknya, Muchsin menuding Wiranto yang sebetulnya anti terhadap Pancasila. Alasannya, di dalam Pancasila terdapat sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Kalau anda (Wiranto) anti terhadap kalimat Tauhid. Maka cari tempat lain selain bumi Allah," ujarnya. 

Dia menyebut, Wiranto merupakan Purnawirawan TNI dan masih memegang Sapta Marga. Salah satu isi Sapta Marga juga ada tentang Ketuhanan yang Maha Esa.  

"Berarti kalau anda anti kalimat Tauhid sama saja berkhianat," katanya. 

Dia pun mengimbau kepada para pejabat agar berhati-hati dalam berbicara. Seperti diketahui, para delegasi yang melakukan aksi bela Tauhid tidak berhasil menemui Presiden RI Joko Widodo karena tidak ada di tempat. Para delegasi diterima oleh perwakilan pemerintah yaitu Wiranto dan Wakil Kapolri.


Berita Terkait