sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mundur di detik-detik akhir, Bamsoet disebut 'tobat'

Bamsoet memutuskan mundur dari pencalonan usai bertemu Airlangga, Luhut dan Aburizal Bakrie.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 03 Des 2019 17:26 WIB
Mundur di detik-detik akhir, Bamsoet disebut 'tobat'

Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyambut baik kabar mundurnya Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari bursa calon ketua umum partai berlambang beringin itu. Menurut dia, keputusan Bamsoet untuk mundur tepat. 

"Saya kira kita menghormati keputusan ini. Artinya, dia kembali pada jalan yang benar. Karena kan selama ini komitmennya...Kita ini prinsipnya berbagi, kemudian untuk menjaga soliditas," kata Doli di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/12).

Doli mengatakan, keputusan mundur Bamsoet sudah lama ditunggu kader-kader Golkar. Apalagi, menurut dia, sudah ada komitmen yang mengikat Bamsoet dan calon petahana Airlangga Hartarto. 

"Nah, setelah sekian lama kita menunggu, komitmennya itu maju mundur, maju mundur. Sekarang dia sampaikan (keputusan mundur). Ya, alhamdulillah," ujar Doli.  

Komitmen yang dimaksud Doli ialah isu yang menyebut Bamsoet tidak akan maju sebagai calon ketua umum karena sudah mendapat jatah kursi Ketua MPR. Kesepakatan itu konon dicapai dalam pertemuan antara Airlangga dan Bamsoet sebelum pemilihan Ketua MPR, Oktober lalu. 

Bamsoet menyatakan mundur setelah bertemu dengan Airlangga, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (3/12) siang.

"Saya kira Pak Bambang Soesatyo mungkin mendengarkan masukan para senior. Tadi malam kan datang Pak Akbar, Pak Aburizal, Pak Agung Laksono datang, Pak Luhut juga datang. Kan semua suaranya bagaimana ini diselesaikan dengan musyawarah mufakat," ujar Doli. 

Juru bicara Musyawarah Nasional Golkar Christina Aryani mengatakan belum mendengar kabar ada calon yang mengundurkan diri jelang pembukaan munas. "Saya belum dengar itu (ada calon yang mundur)," kata Christina saat dihubungi Alinea.id.

Sponsored

Menurut Christina, sejauh ini belum diketahui siapa saja kandidat yang mampu mengantongi 30% suara dari DPD I dan II Golkar. "Pemenuhan syarat dukungan 30% akan membedakan calon yang serius atau avonturir," ujar Christina.

Dikonfirmasi terpisah, loyalis Bamsoet, Darul Siska mengaku belum mengetahui kabar mundurnya Bamsoet dari bursa Ketum Golkar. "Ya, kalau dipanggil Pak Luhut mundur sih bisa dipahami sendirilah," jelas dia.