logo alinea.id logo alinea.id

Operasi senyap Budi Gunawan dalam pertemuan Jokowi-Prabowo

Budi Gunawan dianggap berjasa mempertemukan Jokowi dan Prabowo.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 13 Jul 2019 16:27 WIB
Operasi senyap Budi Gunawan dalam pertemuan Jokowi-Prabowo

Tidak seperti waktu 2016 lalu, pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo yang terjadi di Hambalang diinisiasi oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kali ini pertemuan antara Jokowi-Prabowo pada Sabtu (13/7) rupanya dijembatani oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

BG, panggilan akrabnya dikatakan telah lama merancang pertemuan antara kedua calon presiden ini. Nama BG kerap terdengar dalam upaya pertemuan antara Jokowi-Prabowo. 

Sebelumnya santer dikabarkan Prabowo dan BG telah bertemu di Bali pada Juni 2019. Kedua tokoh disebut tengah membahas kemungkinan Gerindra merapat ke barisan koalisi Jokowi-Ma'ruf. Juga membahas rekonsiliasi.

Wakil Sekretaris Jenderal Andre Rosiade saat itu membantah adanya pertemuan antara keduanya di tengah sidang sengketa Pilpres tengah berjalan di Mahkamah Konstitusi. Andre bilang, partainya fokus pada gugatan pilpres di MK. 

Kini, pertemuan telah terjadi dan nama BG disebut menjadi jembatan pertemuan antara Jokowi-Prabowo. 

Sekretaris Kabinet Pramono Anum mengakui kalau BG adalah sosok dibalik suksesnya pertemuan Jokowi dan Prabowo hari ini. Pramono mengatakan, selama ini BG telah melakukan operasi senyap untuk mengondisikan komunikasi antara Jokowi dan Prabowo dan berakhir sukses untuk melakukan pertemuan secara terbuka ke publik.

"Ya Pak Budi Gunawan ini kan Kapala BIN. Tentunya bekerja tanpa ada suara, dan alhamdulillah apa yang dikerjakan hari ini tercapai," kata Pramono di Mall FX Sudirman, Senayan. 

Pramono mengulang pernyataan Jokowi yang menyebut pertemuan telah dirancang lama. Hanya saja karena terkendala kesibukan baru kemudian pertemuan bisa dilakukan hari ini. 

Sponsored

Setelah pertemuan ini, Pramono berharap baik pendukung Jokowi dan Prabowo atau masyarakat seluruhnya dapat menerima hasil pilpres secara legowo dan persatuan dapat utuh kembali terjalin.

"Ya tentunya harapan ke depan juga untuk bisa bekerja sama. Tadi juga secara terbuka disampaikan oleh Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Tapi untuk mengubah apa yang terjadi dalam pertarungan yang cukup sengit itu tidak mudah," tukas Pramono.  

Pramono menilai simbolisasi yang sangat baik telah ditunjukkan oleh dua tokoh bangsa ini. Maka, ia berharap para pendukung kedua capres tersebut dapat melakukan hal yang sama.