Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terus mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini seperti pujian yang disampaikannya saat gala dinner dengan ribuan kepala desa di kediaman Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, pada Sabtu (5/8) malam.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, pemerintah sukses mengendalikan inflasi saat pandemi Covid-19 berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Jokowi.
"Saya 'timnya' Indonesia. Kapten kesebelasan tim Indonesia adalah Joko Widodo. Aku anggota tim itu. Boleh dong Aku bangga?" katanya dalam keterangannya, Minggu (6/8).
"Atas keberhasilan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, saya menyatakan bahwa saya bangga. Saya bangga menjadi bagian dari pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo," imbuhnya.
Bagi Prabowo, dua kali menjadi pesaing pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 bukanlah kendala baginya untuk bergabung pemerintahan Jokowi. Dalihnya, ia dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memiliki kesamaan visi misi dalam membangun bangsa dan negara.
"Walaupun waktu itu saya bertarung melawan beliau, saya yakin hatinya adalah merah putih, sama dengan saya. Hatinya adalah cinta tanah air, sama dengan saya. Hatinya adalah cinta rakyat Indonesia," tuturnya.
"Oleh karena itu, saya tidak ada masalah beliau yang jadi presiden. Beliau ajak saya, saya siap bekerja untuk rakyat, untuk merah putih," imbuh Menteri Pertahanan (Menhan) ini.
Diketahui, muncul beragam baliho yang memuat Prabowo dan Jokowi dalam satu bingkai menjelang Pilpres 2024. Gambar yang dipublikasikan menunjukkan keakraban keduanya itu tersebar di sejumlah daerah.
Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, mengklaim, baliho tersebut tidak dipasang partainya. Kilahnya, tidak memuat identitas Gerindra.
Kendati begitu, ia mengapresiasi materi di dalam baliho tersebut karena mendorong persatuan. "Gambar dan tulisannya keren pake banget."
Sementara itu, Jokowi enggan mempersoalkan baliho politis tersebut. Alasannya, tidak hanya Gerindra dan Prabowo yang memanfaatkan fotonya.
"Foto saya, kan, tidak dipasang oleh Pak Prabowo saja, oleh Gerindra saja. Oleh PDIP juga ada, oleh PSI juga ada," ujarnya di Majalengka, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, keakraban tersebut dapat membantu meningkatkan elektabilitas Prabowo. Pangkalnya, tingginya kepuasan publik (approval rating) terhadap pemerintah berefek positif pada kontestasi. Hipotesis ini kerap dilontarkan sejumlah pimpinan lembaga survei, salah satunya Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
"Jika penilaian publik pada Jokowi sangat positif, dan jika dia memihak pada satu calon, maka pemilih yang positif pada Jokowi akan cenderung mendukung calon-calon yang didukung olehnya," tutur pendiri SMRC, Saiful Mujani, dalam keterangannya, Kamis (3/8) lalu.