sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bentrok gangster di Jakarta

Beberapa kali, tiga kelompok besar gangster di Jakarta kerap bertikai dalam persaingan bisnis.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 02 Jul 2020 17:14 WIB
Bentrok gangster di Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 137568
Dirawat 39290
Meninggal 6071
Sembuh 91321

Di dalam bukunya Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru (2018), Ian Douglas Wilson menulis, masa peralihan pasca-Orde Baru, geng etnis tersebar di Jakarta dan banyak yang sudah memiliki ceruk pasar yang mapan dalam bisnis remang-remang hingga jasa perlindungan.

Menurutnya, geng di Jakarta muncul dari jaringan keluarga, ikatan klan, dan arus migrasi ke Ibu Kota, dengan pemimpin-pemimpin karismatik, seperti John Kei, Hercules Rosario Marshal, dan Ongen Sangaji—adik Basri Sangaji.

Pada 1990-an, kelompok Hercules pernah berjaya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ian menulis, pada 1993 pengikut Hercules mendekat angka 400 orang, yang kebanyakan pemuda dari Indonesia Timur. Pada 1994, Hercules dan kelompoknya berhasil merebut Jati Bunder, Tanah Abang, yang sebelumnya didominasi kelompok Betawi dan Madura.

“Menguasai jatah setoran di gedung pasar utama yang lukratif, serta mengendalikan pelacuran di Bongkaran, tempat mereka mendirikan markas besar,” tulis Ian.

Sponsored

Infografik bentrok antargeng. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Berita Lainnya