sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Puan minta penjabat kepala daerah diseleksi, jangan letoi di tengah jalan

Masih ada waktu sekitar satu bulan bagi pemerintah untuk menunjuk penjabat kepala daerah gelombang pertama.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 18 Apr 2022 20:05 WIB
Puan minta penjabat kepala daerah diseleksi, jangan letoi di tengah jalan

Ketua DPR Puan Maharani meningatkan pemerintah agar pemilihan penjabat kepala daerah dilakukan secara selektif. Menurutnya, penjabat kepala daerah yang akan bertugas hingga pelaksanaan Pilkada serantak tahun 2024 harus memenuhi kualifikasi, berintegritas dan tahu kondisi rill pembangunan daerah yang akan dipimpinnya.

"Sehingga bisa langsung tancap gas melakukan kerja-kerja buat rakyat di daerahnya," ujar Puan dalam keterangannya, Senin (18/4).

Gelombang pertama penjabat kepala daerah akan mulai bertugas pada pertengahan Mei 2022 dengan jumlah 101 untuk memimpin di lima provinsi, enam kota, dan tiga kabupaten. Sementara itu pada tahun 2023, ada 171 Penjabat Kepala Daerah yang akan memimpin sementara daerah.

Menurut mengingatkan, penjabat Kepala yang nantinya dipilih harus sudah menguasai kebutuhan dari daerah yang akan dipimpinnya.

"Jangan setelah menjabat, baru mempelajari lagi dari nol daerah yang dipimpinnya. Ingat, sekarang rakyat butuh pemulihan ekonomi yang super cepat dari dampak Covid-19. Meskipun akan menjabat sementara, penjabat kepala daerah harus menjalankan pemerintahan daerah dan melayani rakyat dengan all out," ujar Puan.

Mantan Menko PMK ini menegaskan, penjabat kepala daerah tidak boleh menjalankan tugas seadanya lantaran merasa jabatan hanya sementara. Apalagi hanya mengambil keuntungan sesaat dari jabatannya.

"Karena ketika hanya dijalankan seadanya, sementara masa tugas Penjabat Kepala Daerah ada yang hampir separuh masa jabatan kepala daerah definitif, rakyat yang akan dirugikan," kata Puan.

Menurut Puan, masih ada waktu sekitar satu bulan bagi pemerintah untuk menunjuk penjabat kepala daerah gelombang pertama. Puan meminta pemerintah melakukan proses seleksi secara transparan dan terbuka bagi partisipasi publik.

Sponsored

"Siapkan sarana yang memadai apabila masyarakat hendak memberi masukan dan lakukan penyaringan secara terukur dan terbebas dari kepentingan politik," ungkap politikus PDI Perjuangan ini.

Puan juga berharap pemerintah cermat dalam proses penyaringan dan menetapkan penjabat daerah dengan kemampuan yang sesuai dengan karakteristik daerah. Menurutnya, penting sekali bagi pemerintah menetapkan penjabat yang memahami kebutuhan sosial dan ekonomi di daerah yang akan dipimpinnya.

Selain itu, pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara berkala tanpa menunggu masa jabatannya habis. "Jika di tengah jalan nantinya kinerja penjabat kepala daerah ini mulai terlihat letoi, apalagi kedapatan mengambil keuntungan dari jabatannya, segera evaluasi dan tindak tegas menurut aturan yang berlaku," pungkas Puan.

Berita Lainnya