logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno enggan janji saat bicara dengan nelayan di Tegal

Jika terpilih jadi wakil presiden, Sandiaga Uno bakal mempermudah kebijakan di bidang perikanan.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 25 Okt 2018 10:08 WIB
Sandiaga Uno enggan janji saat bicara dengan nelayan di Tegal

Didampingi mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi tempat pelelangan ikan Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah pada Kamis, (25/10).

Kedatangan Sandi sontak disambut antusias oleh para nelayan. Tanpa basa-basi, para nelayan tersebut langsung mencurahkan isi hatinya mengenai kondisi mereka kepada calon wakil presiden yang diusung oleh Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat tersebut.

Sumarso, salah satu nelayan yang mewakili rekan-rekannya berbicara kepada Sandiaga Uno. Sumarso mengadu kepada Sandiaga tentang sulitnya menangkap ikan. Kata dia, banyak peraturan pemerintah yang justru malah menyengsarakan nelayan. 

“Pak Sandi harus berjanji jika terpilih harus memperbaiki nasib nelayan. Termasuk perizinan yang lama dan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang. Cantrang ramah lingkungan kok,” kata Sumarso di Tegal, Jawa Tengah pada Kamis, (25/10).

Menanggapi hal itu, Sandiaga Uno, lantas mengatakan tak bisa berjanji. Namun, Sandiaga bakal mempermudah kebijakan untuk para nelayan dalam menangkap ikan jika terpilih nanti. Sandi mengaku tak ingin mempersulit kehidupan para nelayan. 

“Pak haji Sumarso, saya tidak berani memberikan janji karena akan ditagih di dunia dan di akhirat. Tapi jika terpilih percayalah, kebijakan di bidang perikanan akan kami permudah, bukan sebaliknya jangan malah mempersulit hidup para nelayan,” kata Sandi.

Sementara itu, Sudirman Said yang turut bersama Sandiaga berdialog dengan nelayan. Sudirman mengungkapkan hal yang sama. 

"Saya mendengar dari para nelayan Tegal, akibat pelarangan cantrang, bukan saja membuat mereka was-was melaut karena takut ditindak aparat, tapi juga industri pengolahan ikan banyak yang tutup," kata Sudirman.

Sponsored

Hal tersebut mengakibatkan ribuan tenaga kerja terancam kehidupannya. Daya beli keluarga mereka menurun, belum lagi soal surat izin yang sampai sekarang mereka keluhkan. Menurut Sudirman yang kini Caleg DPR-RI Tegal, nelayan adalah salah satu pilar ekonomi yang bisa memperbaiki kondisi ekonomi nasional yang sedang terpuruk ini. 

"Kita akan mencari solusi permanen, solusi win win yang tidak melanggar hukum agar nelayan melaut dengan tenang,” kata Sudirman. (Ant)