close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Perwakilan atau utusan tim kecil Anies Baswedan yaitu Sudirman Said.Antara/ho-Ist
icon caption
Perwakilan atau utusan tim kecil Anies Baswedan yaitu Sudirman Said.Antara/ho-Ist
Politik
Minggu, 12 Februari 2023 19:50

Sudirman Said sebut Anies tak pernah bikin perjanjian dengan Prabowo, tetapi..

Apa yang disampaikan Anies dalam wawancaranya di Mata Najwa pada 2018, konteksnya ialah tidak berhadapan dengan Prabowo di Pilpres 2019.
swipe

Perwakilan Anies Baswedan di tim kecil Koalisi Perubahan, Sudirman Said kembali menepis tudingan jika eks-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengkhianti janjinya untuk tidak melawan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Menurut Sudirman, apa yang disampaikan Anies dalam wawancaranya di Mata Najwa pada 2018, konteksnya ialah tidak berhadapan dengan Prabowo di Pilpres 2019.

"Jadi, saya tidak pernah mendengar ada perjanjian apapun terhadap itu. Karena yang saya tahu, tidak ada minatnya dari Pak Anies untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019," kata Sudirman Said saat menjadi bintang tamu di podcast Akbar Faizal, seperti dikutip Alinea.id, Minggu (12/2).

"Jadi jawaban kepada Nana (host Mata Najwa, Najwa Shihab) waktu itu konteksnya adalah pada waktu Pilpres 2019. Tetapi tidak berarti seterusnya," imbuhnya.

Sudirman pun menjelaskan awal mula dan konteks jawaban Anies saat diwawancara Najwa Shihab. Menurutnya, pada 2018, Anies sempat ditawarkan Partai Gerindra untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres), mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

Adapun Sudirman kala itu membantu Gerindra mengomunikasikan permintaan Gerindra ke Anies. Setidaknya, kata Sudirman, dia tujuh kali melakukan pertemuan dengan Anies untuk meyakinkan eks-Mendikbud RI itu sebagai cawapres Prabowo.

"Kira-kira saya meyakinkan beliau, Pak Anies, bahwa Pak Prabowo akan baik kalau dibantu, didampingi Pak Anies," ungkap Sudirman.

Dalam tujuh kali pertemuan, ada momen di mana Sudirman mengingatkan Anies untuk 'membalas budi' dengan membantu memenangkan Prabowo dengan menjadi cawapresnya. Namun, klaim Sudirman, Anies tetap menolak dengan dalih ingin konsisten menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI.

"Jawabannya konsisten. Bahwa 'bukankah kita kemarin-kemarin mengkritik Pak Jokowi yang belum lama menjadi gubernur dan ditinggal menjadi calon presiden. Jadi saya ingin konsisten, dengan menyelesaikan tugas lima tahun sesuai mandat dan tidak tengok ke mana-mana." kata Sudirman menirukan jawaban Anies kala itu.

"Jawaban yang membuat saya, ya udah karena jawabannya jelas. Kemudian jalan ke luarnya adalah Pak Sandi (sebagai cawapres)," imbuh Sudirman.

Kemudian, terkait jawaban Anies di acara Mata Najwa, Sudirman mengaku, hal itu bukan berarti tidak melawan Prabowo di Pilpres 2024. Menurutnya, konteks jawaban Anies saat itu ialah lantaran ada partai politik lain yang mendekati Anies untuk membentuk poros ketiga dan dicalonkan sebagai presiden di Pilpres 2024.

Menurut Sudirman, Anies juga menolak tawaran sejumlah parpol tersebut dengan alasan tidak mau meninggalkan tugas sebagai gubernur di tengah jalan.

"Nah karena itu, ketika dia (Anies omong di Mata Najwa, mengatakan, 'Saya akan selesaikan tugas saya disamping tidak menjadi penghalang Pak Prabowo'. Kalau tadi konteksnya wakilnya, sekarang juga jadi capres, itu juga dia tidak mau. Jadi, saya tidak pernah mendengar ada perjanjian apapun terhadap itu. Karena yang saya tahu, tidak ada minatnya dari Pak Anies untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2019," tandas Sudirman Said.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan