sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tak dapat Khofifah, Emil Dardak pun jadi

Demokrat Jatim rayu Gubernur Khofifah untuk isi posisi Pakde Karwo di DPD.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 12 Agst 2019 20:27 WIB
Tak dapat Khofifah, Emil Dardak pun jadi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) Renville Antonio mengaku partainya tengah mencari sosok pengganti Ketua DPD Demokrat Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo. Salah satu kandidat kuat yang bakal ditawari posisi itu ialah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

"Ya, kalau dulu ketua DPD seorang gubernur. Yang kedua, unda-undilah. Paling tidak punya jabatan publik yang signifikan," ujar Renville kepada wartawan di DPD Demokrat Jatim, Surabaya, Senin (12/8). 

Menurut Renville, Demokrat Jatim sukses mendulang suara di pileg sejak dipimpin oleh Pakde Karwo--yang juga pernah menjadi Gubenur Jatim--selama dua periode. Namun demikian, Pakde Karwo memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, belum lama ini. 

Karena itu, lanjut Renville, akan tepat jika kursi yang ditinggalkan Pakde Karwo diisi Khofifah. Apalagi, Demokrat juga menjadi salah satu pengusung pasangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilgub 2018 lalu.

"Melihat banyak figur seperti gubernur dan wagub yang kami usung tidak berpartai, tidak ada salahnya kami berharap salah satu dari beliau bergabung di Demokrat," kata dia. 

Terkait posisi Pakde Karwo, Renville menjelaskan, untuk sementara akan ditempati oleh pelaksana tugas (Plt). Sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat, posisi Plt menjadi kewenangan DPP. 

"Dalam waktu dekat akan turun dari DPP (surat penunjukan Plt). Berdasarkan aturan diambil dari satu tingkat di atasnya, berarti DPP. Kami tidak tahu siapa (yang akan ditunjuk). Kami tetap menunggu," ujar dia. 


 

Sponsored
Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya