Sosial dan Gaya Hidup

Mentalitas korban: Musuh dalam diri yang harus diatasi

Latar belakang trauma masa kecil, pengalaman ditinggalkan, atau situasi tertindas bisa memicu pola pikir ini.

Kamis, 19 Juni 2025 09:28

Pernah merasa hidup tidak adil? Merasa selalu jadi korban keadaan atau orang lain? Hati-hati, bisa jadi itu tanda mentalitas korban—pola pikir yang membuat seseorang merasa selalu dirugikan dan tak punya kendali atas hidupnya.

Mentalitas korban bukan sekadar keluhan sesaat. Ini adalah pola berpikir yang terus-menerus menyalahkan faktor luar atas segala masalah. Dari kegagalan hubungan, tekanan pekerjaan, hingga nasib buruk sehari-hari, semuanya dianggap bukan tanggung jawab pribadi. Kalimat seperti “memang selalu begini nasib saya” atau “semua ini salah orang lain” jadi narasi yang berulang.

Pola ini bisa merusak kesehatan mental, menghambat pertumbuhan pribadi, dan menjauhkan seseorang dari hubungan yang sehat. Di tempat kerja, mereka yang terjebak mentalitas korban cenderung stagnan, karena lebih sibuk menyalahkan keadaan ketimbang mencari solusi.

Masalahnya, mentalitas korban sulit disadari. Justru lebih mudah melihatnya pada orang lain. Mereka sering menghindari kritik, mudah merasa diserang, dan sulit menerima tanggung jawab, bahkan untuk hal kecil seperti telat datang atau salah bersikap pada orang terdekat.

Menurut para psikoterapis orang dengan pola pikir ini cenderung menghindari keputusan sulit, takut keluar dari zona nyaman, dan kerap merasa dunia tidak adil. Mereka juga cenderung melihat dunia secara hitam-putih, cepat menghakimi, dan sulit mempercayai orang lain.

Fitra Iskandar Reporter
Fitra Iskandar Editor

Tag Terkait

Berita Terkait