Stres berkepanjangan dapat memicu kenaikan berat badan melalui peningkatan hormon kortisol yang memengaruhi nafsu makan dan penyimpanan lemak.
Berat badan yang terus bertambah sering kali dikaitkan dengan pola makan yang kurang sehat atau minimnya aktivitas fisik. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa stres juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan berat badan
Saat berada dalam tekanan, tubuh akan merespons dengan melepaskan hormon stres yang dapat meningkatkan nafsu makan dan mengubah proses penyimpanan lemak. Tak heran, banyak orang mengalami kenaikan berat badan ketika menghadapi periode yang penuh tekanan.
Dilansir dari Cleveland Clinic dan Brown University Health, Selasa (2/6), hormon kortisol menjadi salah satu faktor utama yang menghubungkan stres dengan peningkatan berat badan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Bagaimana stres bisa menyebabkan berat badan naik?
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam membantu tubuh menghadapi tekanan atau situasi yang dianggap mengancam.