Gelombang protes Iran menghidupkan kembali peran tokoh reformis yang lama menuntut perubahan politik, demokrasi, dan hak sipil.
Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah gelombang demonstrasi berlarut-larut melanda negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Protes yang awalnya dipicu lonjakan inflasi dan tekanan ekonomi kini meluas menjadi tuntutan politik, termasuk desakan agar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mundur dari jabatannya.
Namun jauh sebelum demonstrasi terbaru ini pecah, Iran telah lama dikenal sebagai “lumbung” aktivis dan pemikir politik berhaluan reformis. Mereka secara konsisten mendorong perubahan sosial dan politik melalui jalur institusional, wacana publik, maupun gerakan sipil—meski kerap berhadapan dengan represi negara.
Berikut lima tokoh reformis Iran terkemuka yang diakui atas pendirian politik serta upaya mereka mendorong reformasi di dalam sistem Republik Islam Iran, dikutip dari afsa.org:
Mohammad Khatami
Mantan Presiden Iran (1997–2005) ini kerap dianggap sebagai ideolog utama gerakan reformasi Iran. Kepemimpinannya ditandai dengan gagasan “dialog antarperadaban” serta upaya memperluas keterbukaan politik dan kebebasan sipil.