Ekspor China melonjak lebih dari 20% awal tahun ini meski tarif Trump menekan perdagangan dengan AS, didorong permintaan elektronik dan pasar Asia.
Ekspor China melonjak pada dua bulan pertama tahun ini meskipun hubungan dagang dengan Amerika Serikat masih diwarnai ketegangan akibat kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS, Donald Trump.
Data resmi menunjukkan ekspor China pada Januari dan Februari meningkat lebih dari 20%, hampir tiga kali lipat dari perkiraan para ekonom. Kinerja ini membuat negara tersebut berpeluang melampaui rekor surplus perdagangan tahunan pada 2025.
Lonjakan ekspor ini terjadi menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pada awal April untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, sebagaimana dilansir dari BBC, Rabu (11/3).
China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, masih sangat bergantung pada sektor ekspor di tengah sejumlah tantangan domestik, termasuk lemahnya konsumsi masyarakat, penurunan jumlah penduduk, serta krisis di sektor properti.
Pemerintah China biasanya menggabungkan data perdagangan Januari dan Februari untuk menghindari distorsi akibat libur Tahun Baru Imlek yang tanggalnya berubah setiap tahun.