Ruang publik yang padat dan lemahnya penegakan hukum membuat transportasi umum rawan pelecehan seksual. Waspada dan tahu cara mencegah jadi kunci.
Transportasi umum masih menjadi ruang rawan pelecehan seksual. Kombinasi kepadatan ruang publik, minimnya rasa aman, rendahnya kesadaran dan penegakan hukum, serta norma sosial yang kerap membenarkan relasi kuasa dan diskriminasi gender, menciptakan kerentanan bagi penumpang—terutama perempuan.
Dalam banyak kasus, korban memilih diam. Rasa takut, malu, hingga anggapan bahwa laporan tidak akan ditindaklanjuti membuat pelecehan—baik fisik, verbal, maupun visual—sering dibiarkan terjadi.
Karena itu, pencegahan menjadi langkah awal yang krusial. Kewaspadaan dengan membatasi penggunaan telepon, memilih posisi yang lebih aman seperti area khusus perempuan, menunjukkan sikap percaya diri, membawa perlengkapan bela diri sederhana, serta mengetahui akses bantuan darurat dapat membantu meminimalkan risiko dan memungkinkan respons cepat saat menghadapi situasi berbahaya.
Berikut lima cara mengantisipasi dan mencegah pelecehan seksual di transportasi umum, dikutip dari visureikalas.
Tingkatkan kesadaran situasional
Hindari penggunaan ponsel atau headphone secara berlebihan. Tetap waspada terhadap lingkungan sekitar membantu Anda mengenali potensi ancaman sejak dini.