Trump ancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran di tengah negosiasi nuklir dan meningkatnya ketegangan AS dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengancam penerapan tarif tambahan terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menekan Teheran terkait program nuklir, dukungan terhadap kelompok teror, serta aktivitas rudal balistik.
dilansir dari BBC, Senin (9/2), dokumen yang dirilis Jumat waktu setempat, pemerintah AS tidak menetapkan besaran tarif secara pasti, tetapi menggunakan angka 25% sebagai contoh. Tarif tersebut dapat dikenakan pada barang impor dari negara mana pun yang secara langsung maupun tidak langsung membeli, mengimpor, atau memperoleh barang atau jasa dari Iran.
Trump sendiri tidak mengomentari detail perintah itu, namun kembali menegaskan sikapnya terkait program nuklir Iran. Berbicara kepada wartawan di Air Force One, ia menyatakan tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada senjata nuklir bagi Iran.
Kebijakan ini muncul setelah pertemuan pejabat tinggi AS dan Iran di Oman, yang menjadi kontak langsung pertama sejak Juni tahun lalu. Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak AS diwakili utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner. Trump menilai pembicaraan tersebut berjalan positif.
“Pembicaraan hari ini sangat baik, dan Iran tampaknya sangat ingin membuat kesepakatan. Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, konsekuensinya akan sangat berat," ujar Trump