Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal Washington untuk mengakhiri perang antara kedua negara. Trump menyebut balasan yang dikirim Teheran melalui mediator Pakistan itu " sama sekali tidak dapat diterima" di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung pasca gencatan senjata.
Dilansir dari Anadolu Ajansi, Senin (11/5), Trump menyampaikan penolakannya melalui platform Truth Social beberapa jam setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengirim jawaban resmi kepada Amerika Serikat.
"Saya baru saja membaca respons dari yang disebut sebagai 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya -- BENAR-BENAR TIDAK DAPAT DITERIMA! Terima kasih atas perhatian Anda dalam masalah ini," tulis Trump.
Media pemerintah Iran, IRNA, menyebut respons tersebut dikirim melalui mediator Pakistan dan berfokus pada penghentian perang yang disebut dipaksakan oleh AS dan Israel di berbagai front konflik, terutama di Lebanon, serta menjamin keamanan pelayaran internasional.
Proposal dari AS sendiri disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran bebas di Selat Hormuz serta penghentian program pengayaan uranium Iran, sebagaimana dilaporkan Axios.
Konflik regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dibalas Teheran dengan aksi terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Gencatan senjata sempat tercapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen. Meski gencatan senjata sempat diumumkan untuk membuka ruang negosiasi damai, ketegangan masih terus berlangsung dengan beberapa kali aksi saling serang.
Pada 21 April, Trump bahkan memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu guna memberi kesempatan Iran menyampaikan proposal terpadu.