Politik

Jokowi dinilai hadapi dilema lakukan reshuffle

Perombakan kabint memiliki tantangan. Setidaknya ada tiga alasan.

Senin, 26 Desember 2022 17:41

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendengar permintaan agar merombak jajaran menterinya. Kendati telah memberikan sinyal, dirinya belum memastikan apakah kembali mengocok ulang (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju atau tidak.

Analis politik Arifki Chaniago mengatakan, Jokowi memiliki kesulitan dalam melakukan reshuffle. Sebab, langkah tersebut tidak berbasis kinerja menteri, tetapi kepentingan pasca-Pemilihan Presidenn (Pilpres) 2024.

"Dorongan dari anggota koalisi lainnya agar NasDem keluar dari pemerintahan itu hal wajar dengan kuatnya percaturan politik 2024. Namun, keputusan itu tentu tidak mudah bagi Jokowi karena ikut memengaruhi peta ruang publik dan politik menjelang Pemilu 2024," tuturnya, Senin (26/12).

Arifki menyebutkan, perombakan kabinet memiliki tantangan. Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, stabilitas politik pemerintahan Jokowi terancam terganggu jika ada kader partai pendukung Istana terdepak dari kabinet lantaran bakal menjadi oposisi.

Kedua, Jokowi tidak bisa menghindari peluang pergantian kabinet di tengah desakan publik. Di sisi lain, anggota koalisi memanfaatkan peluang ini agar jatah kursinya bertambah apabila ada kader partai lain yang dicopot.

Marselinus Gual Reporter
Fatah Hidayat Sidiq Editor

Tag Terkait

Berita Terkait