Politik

Pergerakan Jokowi perkuat posisi tawar Gibran di 2029

Pengamat menilai pergerakan Jokowi ke daerah dapat mengubah peta Pilpres 2029, memperkuat posisi tawar Gibran, dan memicu manuver elite partai.

Rabu, 01 Juli 2026 13:47

Pergerakan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang semakin aktif melakukan kunjungan ke berbagai daerah dinilai berpotensi mengubah kalkulasi elite dan partai politik menuju Pilpres 2029. Di tengah berubahnya desain kontestasi setelah penghapusan presidential threshold, figur dengan pengaruh elektoral kuat seperti Jokowi dipandang tetap menjadi variabel penting dalam penyusunan strategi politik nasional.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan aktivitas Jokowi tidak dapat dibaca sebagai agenda biasa. Menurutnya, setiap kunjungan dan komunikasi politik yang dilakukan Jokowi akan selalu ditafsirkan sebagai sinyal oleh elite partai, terutama dalam membaca arah koalisi dan peluang figur menuju 2029.

“Pergerakan Jokowi akan dibaca sebagai kode politik oleh seluruh elite. Terlepas dari apa pun agendanya, pengaruh politik Jokowi masih menjadi variabel penting dalam kalkulasi menuju 2029,” ujar Arifki.

Arifki menilai, jika pengaruh politik Jokowi tetap terjaga, maka posisi tawar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai skenario Pilpres 2029 juga berpotensi ikut menguat. Dalam konteks tersebut, manuver Jokowi dapat berdampak langsung terhadap peta pencalonan, konfigurasi koalisi, hingga strategi partai-partai besar.

Menurutnya, kondisi ini membuat sejumlah figur nasional perlu mulai mengambil momentum lebih awal. Nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Zulkifli Hasan atau Zulhas, hingga tokoh nasional lainnya dinilai harus segera membangun persepsi publik agar tidak tertinggal dalam kompetisi politik menuju 2029.

Purnomo Dwi Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait