sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Festival sastra JILF usung tema pengekangan berbahasa

Salah satu peserta JILF asal Palestina bercerita pengekangan dunia sastra di negaranya.

 Alfiansyah Ramdhani
Alfiansyah Ramdhani Rabu, 21 Agst 2019 10:01 WIB
Festival sastra JILF usung tema pengekangan berbahasa

Festival sastra internasional atau yang dikenal dengan Jakarta International Literary Festival 2019 (JILF 2019) kembali diselenggarakan pada Agustus ini. 

JILF resmi dibuka pada Selasa (20/08) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Festival literasi berskala internasional pertama di DKI Jakarta ini merupakan salah satu program dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Sri Hartini mengatakan, festival ini adalah wadah bagi kaum muda untuk menggemakan sastra yang dapat memajukan kebudayaan Indonesia di skala internasional.

“Ini menunjukkan bagaimana sastra berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas,” ujar Sri saat memberikan sambutan pada Selasa (20/8).

Yang unik tahun ini, JILF yang mengusung tajuk “Pagar”, JILF 2019 berupaya memperkenalkan karya sastra dari wilayah yang tak terlalu mewakili kesusastraan dunia di wilayah Asia dan Afrika. Tujuannya untuk membumikan sastra dari wilayah tersebut yang selama ini didominasi oleh negara-negara di bagian Utara. 

Direktur PLT Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Danton Sihombing mengatakan, Komite Sastra dari DKJ mengagas JILF 2019 dengan tujuan membawa kesusastraan wilayah selatan di dunia internasional. Menurutnya, sejauh ini wacana kesusastraan internasional selalu didominasi oleh negara-negara di bagian utara.

“Bagaimana membuka pagar-pagar antar selatan dengan dunia internasional," ucap Danton.

Salah satu peserta JILF dan penulis sastra asal Palestina yakni Adania Shibli sempat bercerita soal kondisi kesastraan di negaranya. Dalam pembukaan festival yang diisi pidato Shibli menceritakan pengekangan berbahasa yang terjadi di Palestina.

Sponsored

Selain Shibli ada pula 60 penulis dan pelaku sastra lokal kelas internasional yang bakal mengisi acara di JILF. Para penulis akan mengisi pidato, talkshow dan membacakan karyanya dalam rangkaian acara JILF yang akan berlangsung hingga hari Sabtu, 24 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki.