sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

318.470 rumah tangga belum dialiri listrik

Salah satu upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi, dan membantu masyarakat memperoleh akses listrik adalah dengan program BPBL.

Gempita Surya
Gempita Surya Minggu, 11 Des 2022 19:50 WIB
318.470 rumah tangga belum dialiri listrik

304 rumah tangga di Nabire, Papua Tengah, menerima sambungan listrik gratis, melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar mengatakan, pemasangan BPBL di Papua Tengah melebihi target sebesar 6%, di mana sebelumnya ditargetkan sebanyak 285 penerima manfaat.

Selain itu, Wanhar menyebut pemasangan program BPBL secara nasional melebihi target dari hasil optimalisasi bersama.

"Alhamdulilah sudah melampaui target dari 80.000 menjadi 80.182 secara nasional, ini hasil optimalisasi anggaran per daerah yang bervariasi hingga kita mendapatkan lebih," kata Wanhar dalam keterangan resmi, Minggu (11/12).

Lebih lanjut, ungkap Wanhar, Rasio Elektrifikasi (RE) Indonesia hingga triwulan III-2022 mencapai angka 99,60%. Dari data tersebut, masih ada sekitar 318.470 rumah tangga yang belum dialiri listrik. Sebagian besar rumah yang belum berlistrik tersebar di wilayah terpencil, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

"Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi ini, dan juga membantu masyarakat memperoleh akses listrik adalah dengan program BPBL yang mendapat dukungan penuh dari Komisi VII DPR," ujar dia.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian ESDM menggandeng PT PLN (Persero) untuk melakukan pemasangan listrik.

Senior Specialist Manajemen Niaga PLN Ismail Deu menyatakan, pihaknya berkomitmen penuh dalam menjalankan tugas program BPBL dari pemerintah.

Sponsored

"Kami PLN bergandeng tangan, berkolaborasi menjalankan tugas mulia dari Kementerian ESDM, yaitu program BPBL yang diharapkan meningkatkan perekonomian di Nabire ini," tutur Ismail.

Sementara, anggota Komisi VII DPR Marthen Douw mengatakan, Papua sebagai lokasi paling timur di Indonesia harus menjadi wilayah yang terang. Ia juga meminta agar pemerintah lebih serius memperhatikan infrastruktur kelistrikan di Papua.

"Kami memohon pihak-pihak terkait agar dapat serius terhadap hal ini (kelistrikan), agar Nabire dapat merasakan penerangan. Yang paling penting adalah anak-anak bisa belajar agar sumber daya manusia lebih baik dan dapat bersaing dengan negara lain," ungkap Marthen.

Di samping itu, Bupati Nabire Mesak Magai, turut mengapresiasi bantuan infrastruktur kelistrikan di wilayahnya. Ia menambahkan, dalam hal ini pemerintah daerah selalu mengusahakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di Nabire.

"Kondisi Kabupaten Nabire semua akses harus dipenuhi, baik infrastruktur, listrik. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Pusat dan PLN atas listrik. Dulu lampu di Nabire seperti lampu disko. Mati-nyala, hanya nyala sekitar 12 jam," terang Mesak.
 

Berita Lainnya
×
tekid