sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada Silicon Valley, Indef ingatkan tingkatkan kualitas SDM

Peningkatan kualitas SDM diperlukan agar tidak mendorong banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Bukit Algoritma.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 15 Apr 2021 14:43 WIB
Ada Silicon Valley, Indef ingatkan tingkatkan kualitas SDM

Institute for Development Economics and Finance (Indef) mengingatkan agar Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebelum melanjutkan proyek Silicon Valley di Bukit Algoritma, Sukabumi, Jawa Barat.

Ekonom Indef Esther Sri Astuti menuturkan, saat ini SDM Indonesia hanya 12% saja yang berpendidikan tinggi. Lalu, sekitar 80% merupakan lulusan SD, SMP, dan SMA.

"Artinya kalau kami bikin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan teknologi yang sangat canggih, SDM Indonesia tidak bisa masuk di situ," kata Esther, Kamis (15/4). 

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia agar bisa meningkatkan kualitas tenaga kerjanya, sehingga bisa memenuhi pabrik-pabrik yang ada di Bukit Algoritma itu. 

Lebih lanjut, Esther menilai kompetensi SDM Indonesia di bidang teknologi saat ini belum terlalu kuat jika dibandingkan negara-negara lain. Dari beberapa indeks global, Indonesia tercatat masih berada di peringkat 85 dari 131 negara dalam indeks inovasi global, kemudian peringkat 80 dari 131 negara untuk dukungan infrastruktur fisik, ICT, dan keberlanjutan ekologis. 

Indonesia juga masih menduduki peringkat 92 dari 131 negara untuk SDM dan penelitian, dan peringkat 71 dari 131 negara untuk knowledge sharing. Esther pun mewanti-wanti, jangan sampai keberadaan Bukit Algoritma ini mendorong masuknya tenaga kerja asing yang lebih banyak ke Indonesia. 

"Jangan sampai dengan pembangunan Silicon Valley Indonesia di Sukabumi, mendorong masuknya tenaga kerja asing yang lebih banyak. Kenyataannya tadi, tenaga ahli banyak dari China dan India, yang mereka lebih melek high technology, ini harus diantisipasi," ujar dia.

Dia juga berharap, keberadaan Bukit Algoritma tidak meningkatkan ketimpangan ekonomi. Di mana masyarakat yang ada di sekitarnya masih miskin, tetapi, di situ dibangun pabrik yang berteknologi tinggi. 

Sponsored
Berita Lainnya