sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ahok bakal jadi bos BUMN, ini 4 kursi dirut yang kosong

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diminta memimpin badan usaha milik negara (BUMN).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 13 Nov 2019 17:11 WIB
Ahok bakal jadi bos BUMN, ini 4 kursi dirut yang kosong

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendatangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tadi pagi (13/11). Kedatangan Ahok untuk memenuhi panggilan Menteri BUMN Erick Thohir yang memintanya menjadi pemimpin perusahaan pelat merah.

Hal ini pun memunculkan spekulasi jika Ahok mengisi kursi direktur utama di salah satu dari empat perusahaan BUMN. 

Dari catatan Alinea.id, saat ini empat BUMN belum memiliki dirut definitif. Keempatnya yakni yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Inalum (Persero), dan PT PLN (Persero).

Kursi Direktur Utama Bank Mandiri kosong setelah Kartika Wirjoatmodjo mundur karena diangkat menjadi wakil menteri BUMN untuk mendampingi Erick Thohir pada 25 Oktober lalu.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto menjadi bos Bank Mandiri hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar perseroan.

"Secara otomatis pak Sulaiman yang akan menggantikan (Kartika)," kata Hery usai paparan kinerja kuartal III-2019 Bank Mandiri di Jakarta, Senin (28/10).

Kemudian, kursi Direktur Utama Bank BTN juga tercatat masih kosong. Sebelumnya, hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Tabungan Negara (BTN) memutuskan Direktur Utama Maryono digantikan oleh mantan Direktur Utama BRI Suprajarto.

Namun, Suprajarto menolak jabatan barunya tersebut dan menggelar konferensi pers pada Kamis, 28 Agustus lalu.

Sponsored

"Atas penetapan tersebut saya tak menerima keputusan tersebut dan memilih mengundurkan diri dari keputusan RUPSLB," kata Suprajarto.

Suprajarto baru mengetahui ihwal pengangkatan dirinya menjadi Direktir Utama BTN sore hari setelah mendengar kabar dari media dan tak pernah diajak bicara mengenai keputusan tersebut apalagi bermusyawarah.

Akhirnya, BTN menunjuk Oni Febriarto Rahardjo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN menyusul pengunduran diri Suprajarto. Sebelum penunjukan ini, Oni adalah Direktur Commercial Banking di Bank BTN.

Lalu, Direktur Utama Holding Pertambangan BUMN, PT Inalum (Persero) juga tercatat masih kosong. Sama seperti Direktur Utama Mandiri, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin diangkat sebagai wakil menteri BUMN pada 25 Oktober lalu. Hingga saat ini, jabatan Direktur Utama Inalum dijabat oleh Plt. Direktur Utama Ogi Prastomiyono.

Terakhir, posisi Direktur Utama PLN juga masih kosong setelah Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengundurkan diri pada 29 Mei 2019 akibat ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sofyan menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Sofyan diduga membantu mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih yang mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Eni dan Kotjo divonis bersalah, sementara Sofyan Basir divonis bebas oleh majelis hakim. Dengan adanya kasus tersebut, Menteri BUMN saat itu, Rini M. Soemarno menunjuk Sripeni Inten Cahyani pada 2 Agustus 2019 menjadi Plt. Direktur Utama PLN.

Hingga saat ini, belum bisa dipastikan posisi dan BUMN yang akan diserahkan ke Ahok. Namun demikian, Kementerian BUMN lewat Staf Khusus Kementerian BUMN bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga menyatakan kementerian membutuhkan orang seperti Ahok yang bisa mendukung kerja-kerja BUMN. 

Menteri BUMN Erick Thohir melihat Ahok memiliki kapasitas yang diakui publik untuk memperbaiki banyak hal. Menurut dia, Ahok bisa membantu mewujudkan visi-misi Kementerian BUMN. Usianya yang masih muda juga menjadi nilai tambah bagi Ahok.