sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS-Indonesia bidik kerja sama kota pintar dan berkelanjutan

Di San Francisco teknologi lebih maju dalam industri 4.0, bioteknologi, dan digitalisasi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 11 Jul 2021 11:56 WIB
AS-Indonesia bidik kerja sama kota pintar dan berkelanjutan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Suharso mengawali kujungannya melakukan pertemuan Indonesia-US Roundtable Discussion: Lesson Learned from San Francisco Bay Area di Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Francisco, Jumat (9/7) waktu setempat.

Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri United Nations High-level Political Forum on Sustainable Development hingga penyampaian Indonesia’s Voluntary National Review 2021: Sustainable and Resilient Recovery from the Covid-19 Pandemic for the Achievement of the 2030 Agenda.

Pada pertemuan itu, Menteri Suharso membahas pengembangan ekosistem inovasi dan pengembangan kembali wilayah kota yang berbasis kerja sama publik serta swasta di San Francisco agar dapat menjadi salah satu rujukan dari pembangunan berkelanjutan di dalam negeri.

Menurut dia, Indonesia dapat memetik pelajaran dari kesuksesan San Francisco yang tumbuh menjadi smart and sustainable city yang digerakkan oleh pengembangan pusat teknologi informasi/digital, bioteknologi, dan pendidikan kelas dunia.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan, bahwa kerja sama Indonesia-AS bertujuan untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi yang menerapkan industri 4.0, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.

"Indonesia dan AS dapat meningkatkan kerja samanya, bagaimana Indonesia mengundang investasi lebih banyak dari AS, terutama untuk sektor manufaktur," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7).

Terlebih, sambung dia, di San Francisco, teknologi lebih maju dalam industri 4.0, bioteknologi, dan digitalisasi. Dengan begitu, Indonesia dapat meningkatkan kerja sama dalam bidang tersebut sehingga juga bisa membangun industri maju ke depannya.

Amalia menjelaskan, kolaborasi pemerintah dan swasta juga merupakan kunci sukses pembangunan di San Francisco. Keberhasilan pembangunan Silicon Valley tidak hanya digerakkan visi pemerintah, tetapi juga didukung peran aktif dan kreativitas industri, universitas, dan sistem pembiayaan yang dapat mendukung tumbuh dan berkembangnya perusahaan yang berdaya saing. 

Sponsored

"Kolaborasi ini memudahkan perusahaan baru untuk berkembang dan menciptakan ekosistem bisnis yang baik sehingga perkembangan industri dan peningkatan tenaga kerja produktif menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan daerah," ucapnya.

Selain itu, Suharso menambahkan, Indonesia membidik reindustrialisasi yang didukung tenaga kerja yang lebih produktif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

"Kami memerlukan sektor ekonomi produktif yang menciptakan nilai tambah perekonomian, itu yang kami sebut dengan reindustrialisasi Indonesia," tutur Suharso.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco Simon D.I Soekarno, Executive Director GlobalSF Darlene Chiu-Bryant, Presiden dan CEO San Francisco Chamber of Commerce Rodney Fong, Senior Manager dan Business Development GlobalSF Peter Lou, dan Interim Executive Director Office of Community Investment and Infrastructure Sally Oerth.

Berita Lainnya