close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto babarafi.com/
icon caption
Ilustrasi. Foto babarafi.com/
Bisnis
Selasa, 19 Juli 2022 23:18

Asal usul Baba Rafi yang kini tak ada lagi karena pendirinya bercerai

Sebagai sebuah brand dan menjadi bagian dari Putusan Pengadilan Agama, merek dagang Baba Rafi tetap dimiliki bersama.
swipe

Mantan pasangan suami istri Nilamsari dan Hendy Setiono pada 2003 mendirikan usaha dengan brand Baba Rafi yang kepemilikan sahamnya 50:50. Brand ini menjadi salah satu pelopor franchise makanan dengan konsep gerobak dan kontainer dengan badan hukum bernama PT Babarafi Indonesia.

Keduanya memiliki peranan berbeda, Nilamsari sebagai konseptor dan inovator yang bertugas di “balik layar”. Sedangkan Hendy bertugas di depan layar sehingga dikenal publik.

Pada 2017, keduanya bercerai yang diiringi tutupnya entitas PT Babarafi Indonesia. Meski demikian, sebagai sebuah brand dan menjadi bagian dari Putusan Pengadilan Agama, merek dagang Baba Rafi tetap dimiliki bersama dengan beberapa kesepakatan yaitu Nilamsari mengoperasikan Baba Rafi untuk regional Barat mulai dari Aceh di Pulau Sumatera sampai Jogjakarta di pulau Jawa. Sedangkan Hendy Setiono mengoperasikan Baba Rafi untuk regional Timur mulai dari Solo di Jawa Tengah sampai Papua.

Usai tutupnya PT Babarafi Indonesia, Nilamsari mendirikan PT Sari Kreasi Boga Tbk. (SKB Food) yang merupakan bisnis waralaba makanan dan minuman, serta food supply di Indonesia dengan salah satu misinya membawa Brand Baba Rafi semakin berkembang. Sedangkan Hendy mendirikan Babarafi Enterprise.

Oleh karena itu, hak penggunaan kantor yang sebelumnya milik PT Babarafi Indonesia dan terletak di dua daerah berdasarkan wilayah bisnis, kini satu kantor ditempati Nilamsari melalui SKB Food yang ada di kantor Jakarta. Kantor kedua selanjutnya digunakan Hendy yang berlokasi di Surabaya.

Berkaitan dengan franchise Baba Rafi yang ada di luar negeri dan terdapat di 10 negara, seluruhnya masih dimiliki bersama.

Nilam menegaskan, SKB Food dan Babarafi Enterprise tidak ada kaitannya satu sama lain, baik afiliasi ataupun kolaborasi bisnis.

“Meskipun masih boleh untuk melanjutkan bisnis Baba Rafi namun masing-masing diwajibkan untuk memulainya dengan entitas baru. Maka saya mendirikan PT Sari Kreasi Boga yang disingkat SKB Food. Sari adalah dari nama saya dan Kreasi Boga merepresentasikan bidang bisnisnya yaitu kreasi makanan,” ungkap Nilamsari dalam keterangan resmi tertulisnya, Selasa (19/7).

Nilamsari menyebut waralaba Baba Rafi bukan merupakan motor pendapatan SKB Food, karena porsi kontribusinya tidak mencapai 10%. Sumber pendapatan SKB Food justru didominasi 90% dari supply chain makanan dengan beragam output produk untuk berbagai tipe dan skala pelaku usaha kuliner Indonesia.

Meski begitu, SKB Food merasa harus tetap mengibarkan brand Baba Rafi yang salah satu faktornya Baba Rafi diyakini masih potensial dan akan terus bertumbuh secara bisnis. Ditambah lagi dengan statusnya sebagai role model untuk bisnis franchise kuliner.

”Jadi secara story masih sangat baik meskipun porsi kontribusinya tidak sebesar food supply chain. Masih bisa tumbuh. Sejauh ini omzetnya juga masih bagus,” pungkas Nilamsari.

 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan