close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
icon caption
Peristiwa
Senin, 08 Juni 2026 12:35

Trump tegaskan Netanyahu harus terima kesepakatan Iran

Trump menegaskan Netanyahu harus menerima kesepakatan Iran, menahan serangan balasan, dan memberi ruang bagi diplomasi AS-Teheran.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak memiliki pilihan selain menerima kesepakatan yang sedang diupayakan Washington dengan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump menekankan bahwa dirinya memegang kendali penuh atas kebijakan Amerika Serikat terkait Iran dan bukan Netanyahu.

"Dia tidak punya pilihan lain," kata Trump.

"Saya yang menentukan. Saya yang menentukan semuanya. Dia tidak menentukan apa pun," lanjutnya.

Melansir dari The Guardian, Senin (8/6), pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel pada minggu (7/6) malam, yang disebut sebagai pelanggaran paling serius terhadap gencatan senjata yang rapuh sejak awal April.

Trump juga mengatakan kepada Fox News dan Axios bahwa dirinya akan meminta Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran dan kembali melanjutkan proses negosiasi. Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, Trump menyampaikan kepada Netanyahu bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin dekat.

"Kita sudah sangat dekat untuk mencapai sesuatu yang baik dalam bentuk kesepakatan," ujar Trump kepada Netanyahu.

Meski sempat menyampaikan keberatan, Netanyahu dilaporkan akhirnya menyetujui untuk sementara menahan diri dari tindakan militer lebih lanjut. Seorang pejabat AS mengatakan Trump berhasil menciptakan ruang bagi proses diplomasi yang masih berlangsung.

"Kami menilai presiden berhasil membeli sedikit waktu. Ia sangat yakin bahwa kami sudah dekat dengan kesepakatan bersama Iran. Saya tidak melihat adanya serangan Israel yang akan terjadi dalam waktu dekat," kata pejabat tersebut.

Trump menegaskan bahwa serangan rudal Iran ke Israel tidak akan memengaruhi upayanya untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.

"Itu tidak akan berdampak apa pun terhadap kesepakatan," kata Trump.

Ia juga menilai serangan tersebut tidak akan mengubah arah negosiasi yang sedang berlangsung.

"Kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti. Namun serangan itu tidak benar-benar memberikan dampak berarti. Konflik seperti ini sudah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana cara menghitungnya," ujarnya.

Meski demikian, Trump tidak lagi terdengar terlalu optimistis seperti sebelumnya mengenai peluang tercapainya perjanjian damai.

"Saya pikir proses kesepakatan masih berjalan. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," katanya.

Trump kembali menegaskan bahwa perkembangan terbaru tidak akan memengaruhi pertimbangannya.

"Kesepakatan itu bisa berhasil berdasarkan kualitasnya sendiri atau bisa juga gagal, tetapi peristiwa ini tidak akan memengaruhinya."

Saat ditanya mengenai kemungkinan jika perundingan gagal, Trump menyebut Amerika Serikat memiliki sejumlah opsi, termasuk tindakan militer.

"Itu berarti salah satu dari dua hal. Pertama, mungkin kami akan masuk dan menyelesaikan bagian yang belum kami selesaikan melalui tindakan militer," ujar Trump.

Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan mempertahankan blokade terhadap Iran.

"Atau kami akan tetap mempertahankan blokade terhadap Iran karena blokade tersebut kemungkinan lebih kuat daripada serangan apa pun yang pernah dilakukan terhadap negara itu." sebut Trump

Komentar Trump muncul setelah laporan mengenai percakapan telepon yang berlangsung tegang antara dirinya dan Netanyahu pekan lalu. Dalam percakapan tersebut, Trump disebut melontarkan kritik keras kepada pemimpin Israel itu.

"Kamu sudah gila. Kamu mungkin sudah berada di penjara jika bukan karena saya. Sekarang semua orang membencimu. Semua orang juga membenci Israel karena hal ini." kata Trump

Trump mengonfirmasi bahwa percakapan tersebut memang terjadi dan tidak membantah gambaran isi pembicaraan yang beredar di media. Pernyataan terbarunya menunjukkan adanya perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi Iran.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan