sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tertinggi, AUM Manulife Aset Manajemen Indonesia capai Rp97,2 triliun di 2020

AUM reksa dana MAMI mengalami pertumbuhan sebesar 66,2% dalam setahun, jauh melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 5,8%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 09 Mar 2021 18:49 WIB
Tertinggi, AUM Manulife Aset Manajemen Indonesia capai Rp97,2 triliun di 2020

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatatkan kenaikan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 30% di tahun lalu, menjadi Rp97,2 triliun pada akhir Desember 2020. 

Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, AUM reksa dana MAMI tumbuh sebesar 66,2% atau Rp19,7 triliun, menjadi sebesar Rp49,4 triliun pada akhir Desember 2020. Pertumbuhan ini didorong oleh banyak faktor, di antaranya tata kelola perusahaan yang baik, jaringan distribusi yang kuat, inovasi produk dan layanan, serta edukasi finansial.

"Tata kelola perusahaan yang baik memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan kami di tahun lalu. Karena kami selalu berpegang teguh pada standar tertinggi dalam etika, profesionalisme, hukum dan kepatuhan. Setiap sen yang kami hasilkan dari kegiatan pengelolaan aset telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mandat investasi,” kata Afifa dalam keterangan resminya, Selasa (9/3).

Berdasarkan data OJK per akhir Desember 2020, MAMI menempati peringkat pertama di antara perusahaan manajer investasi di Indonesia dalam hal AUM reksa dana. Secara persentase, AUM reksa dana MAMI mengalami pertumbuhan sebesar 66,2% dalam setahun, jauh melampaui pertumbuhan industri yang sebesar 5,8% pada tahun lalu.

Sponsored

Selain itu, data OJK juga menunjukkan MAMI berada di peringkat teratas pada kategori AUM reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp20,2 triliun dan AUM reksa dana syariah sebesar Rp8,3 triliun. 
.

Afifa melanjutkan, pandemi juga mengubah cara berbisnis, termasuk pada jasa layanan investasi. Dia mengamati, pemasaran melalui jalur digital menjadi lebih penting dari sebelumnya. 

"Kemampuan untuk menyediakan produk yang tepat dengan memberikan pengalaman pelanggan (customer experience) yang terbaik menjadi faktor utama bagi investor dalam memilih pengelola kekayaan dan aset,” tutur dia.

Berita Lainnya