sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI sebut ada unicorn raksasa mau masuk bursa, GoTo?

Unicorn raksasa akan menambah kapitalisasi pasar modal lebih dari Rp88 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 28 Jul 2021 17:53 WIB
BEI sebut ada unicorn raksasa mau masuk bursa, GoTo?

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut ada tiga unicorn yang akan melantai di bursa hingga akhir 2021 ini. Salah satu unicorn tersebut adalah Bukalapak, yang rencananya akan melakukan pencatatan perdana saham pada 6 Agustus mendatang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, unicorn lainnya yang akan melantai di BEI tahun ini kemungkinan merupakan dua unicorn yang bergabung menjadi satu. Adapun Nyoman tak menyebut nama unicorn tersebut.

"Jadi kalau dari sisi jumlah, sebetulnya itu tiga. Tapi yang dua ini sudah gabung jadi satu," kata Nyoman dalam edukasi wartawan pasar modal BEI, Rabu (28/7). 

Sebagaimana diketahui, dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Gojek pada Mei lalu resmi melakukan merger dengan membentuk GoTo. Dengan merger ini, baik Gojek maupun Tokopedia tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri di dalam ekosistem Grup GoTo. 

"Bukalapak sudah masuk satu, satu lagi kemungkinan proposalnya masuk ke kami sudah bergabung jadi satu yang lebih raksasa lagi. Jadi, secara institusi masuk tiga," tutur Nyoman.

Dia memperkirakan, melantainya unicorn raksasa ini di BEI akan meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia. Apabila bergabungnya Bukalapak ke BEI akan meningkatkan kapitalisasi pasar hingga Rp87,6 triliun, bergabungnya unicorn raksasa ini akan meningkatkan kapitalisasi pasar lebih dari Rp87,6 triliun.

"Berapa besarnya, kami belum bisa menyampaikan karena proposal atau submission document belum dilakukan. Kalau satu ini bergabung, tentu akan lebih dari Rp88 triliun tadi karena mereka dalam bentuk gabungan," ujar dia. 

Adapun Kepala Unit Pengembangan Start-up dan SME BEI Aditya Nugraga menuturkan, potensi peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp553,9 triliun atau 7,69% dengan tercatatnya enam perusahaan unicorn di Indonesia. Selain itu, menurutnya terdapat sekitar 27 perusahaan yang berkategori centaur berpotensi untuk IPO ke depan, dengan nilai penghimpunan dana dan nilai kapitalisasi pasar yang besar.

Sponsored
Berita Lainnya