sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI beli SBN di pasar perdana Rp115,87 triliun hingga Juni 2021

Pembelian SBN ini sebagai wujud komitmen BI dalam mendukung kas negara untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 14 Jun 2021 14:48 WIB
BI beli SBN di pasar perdana Rp115,87 triliun hingga Juni 2021

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga 8 Juni 2021 pihaknya telah membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp115,87 triliun untuk dukungan pembiayaan APBN.

Pembelian SBN ini sebagai wujud komitmen BI dalam mendukung kas negara untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

"BI berpartisipasi dalam pembiayaan APBN melalui pembelian SBN di pasar perdana. Hingga Juni sebesar Rp115,87 triliun untuk koordinasi fiskal dan moneter," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (14/6).

Sementara itu, di pasar sekunder BI juga telah membeli SBN senilai Rp8,6 triliun untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sehingga, saat ini nilai tukar berada di posisi stabil Rp14.300.

Di samping itu, dalam upaya menjaga stabilitas keuangan dan fiskal dari dampak berbagai kebijakan US Treasury terhadap perekonomian nasional, BI juga mengambil langkah penurunan suku bunga acuan hingga berada di posisi terendah sepanjang sejarah di level 3,5%.

"Kami sampaikan secara singkat, kebijakan moneter kuartal I melakukan stabilisasi nilai tukar karena memang terjadi global spillover akibat kenaikan US Treasury yield dengan triple intervention dan juga pembelian SBN di pasar sekunder," ujarnya.

Perry pun menuturkan, untuk menjaga likuiditas keuangan BI juga turut melakukan kebijakan quantitative easing, yang mana hingga 8 Juni 2021 telah diinjeksi sebesar Rp93,42 triliun.

"Sehingga, injeksi likuiditas ke pasar keuangan yang telah dilakukan oleh BI sejak 2020, adalah sebesar Rp 819,99 triliun," ucapnya.

Sponsored
Berita Lainnya