sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: Bunga kredit perbankan sudah turun

Suku bunga pasar uang antara bank overnight (PUAB O/N) sudah turun sebesar 150 bps menjadi 4,34%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 15 Apr 2020 12:26 WIB
BI: Bunga kredit perbankan sudah turun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Bank Indonesia menyatakan bunga kredit di industri perbankan sudah mulai turun sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral. 

Transmisi penurunan suku bunga acuan ke pasar uang berjalan cukup baik didukung kecukupan likuiditas perbankan yang memadai.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan hal ini tercermin pada penurunan suku bunga pasar uang antara bank overnight (PUAB O/N) sebesar 150 bps menjadi 4,34%. Selain itu, suku bunga Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) tenor satu minggu sebesar 166 bps menjadi 4,58% sejak akhir Juni 2019, sebelum penurunan BI7DRR pada Juli 2019.

"Transmisi suku bunga ke pasar uang berjalan cukup baik, tercermin pada penurunan suku bunga PUAB O/N sebesar 150 bps menjadi 4,34% dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu sebesar 166 bps menjadi 4,58% sejak akhir Juni 2019," katanya dalam video conference, Selasa (14/4).

Perry juga menuturkan penurunan suku bunga perbankan tersebut berlanjut hingga tahun ini, baik untuk suku bunga deposito maupun suku bunga kredit. 

"Dengan perkembangan ini maka rata-rata tertimbang suku bunga deposito sejak akhir Juni 2019 sampai Februari 2020 turun 67 bps menjadi 6,16% sementara suku bunga Kredit Modal Kerja turun 35 bps menjadi 10,07%," ujarnya.

Transmisi penurunan suku bunga perbankan tersebut, menurutnya, didukung dengan respons Bank Indonesia menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan. Hingga hari ini injeksi likuiditas yang disuntikan BI mencapai Rp300 miliar.

"Respons ini dapat menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan, tercermin pada volume PUAB Maret 2020 yang tetap tinggi sebesar Rp12,8 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap besar yakni 22,81% pada Februari 2020," ucapnya.

Sponsored

Ke depan, ujarnya, BI dan pemerintah akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, termasuk dengan peningkatan stimulus fiskal sehingga dapat memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. 

Berita Lainnya