sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Syariah Indonesia bukukan laba bersih Rp742 miliar di kuartal I-2021

Didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 06 Mei 2021 18:41 WIB
Bank Syariah Indonesia bukukan laba bersih Rp742 miliar di kuartal I-2021

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI mencatatkan laba bersih Rp742 miliar pada kuartal I-2021, naik 12,85% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp657 miliar. Kenaikan kinerja kuartal I-2021 didorong oleh kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil sampai kuartal I-2021 sebesar 5,16% secara year on year (yoy).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal, sehingga cost of fund atau biaya dana bagian dari keuntungan bank menjadi lebih besar. 

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus ke empat hal, di antaranya mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain, mengelola efisiensi, akselerasi kapabilitas digital dan integrasi operasional setelah merger,” kata Hery, Kamis (6/5). 

Dengan pertumbuhan laba bersih yang tinggi, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,19% per Desember 2020, menjadi 14,12% per Maret 2021. 

Dari sisi bisnis, Bank Syariah Indonesia pada kuartal I-2021 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp159 triliun, naik 14,74% dari periode sama 2020 sebesar Rp138,6 triliun. Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun atau 45% dari total pembiayaan, segmen korporasi Rp37,3 triliun atau 23,5% dari pembiayaan, segmen kecil dan menengah Rp20,8 triliun atau 13,1% dari pembiayaan, segmen mikro Rp15,0 triliun atau 9,4% dari pembiayaan, dan komersial Rp9,6 triliun atau 6,1% dari pembiayaan. 

Seiring kenaikan bisnis, BSI tetap menjaga kualitas pembiayaan ditunjukkan dengan tren penurunan NPF gross dari 3,35% di kuartal I-2020, menjadi 3,09% di kuartal I-2021. Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 137,48% sampai kuartal I-2021. 

Dari sisi liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Syariah Indonesia sampai kuartal I-2021 mencapai Rp205,5 triliun, naik 14,3% dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp179,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah (giro dan tabungan) sebesar 14,73%, sehingga meningkatkan rasio CASA dari 57,54% pada kuartal I-2020 menjadi 57,76% di kuartal I-2021. 

Dengan kinerja tersebut, sampai kuartal I-2021, BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp234,4 triliun, naik 12,65% secara year on year (yoy) dibanding periode sama 2020 sebesar Rp208,1 triliun. BSI juga mencatat kenaikan rasio permodalan atau CAR menjadi 23,1% di kuartal I-2021.

Sponsored

BSI terus meningkatkan kapabilitas digital, hal ini tercermin dari volume transaksi kanal digital BSI yang tumbuh signifikan sepanjang tiga bulan pertama 2021. Nilainya hingga Maret 2021 lalu sudah menembus Rp40,85 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 82,53% secara tahunan (yoy).

Sepanjang Januari-Maret 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp17,3 triliun. Akumulasi jumlah transaksi dari platform tersebut mencapai 14,65 juta transaksi, tumbuh 72,35% yoy.

Secara umum, kenaikan volume transaksi melalui channel digital banking BSI sampai Maret 2021 naik 43,3% yoy. Selain disumbang oleh transaksi BSI Mobile sebesar 42%, kenaikan ini juga ditopang aktivitas nasabah pada kanal internet banking sebesar 24%, kartu debit/kredit sebesar 17%, dan ATM sebesar 14%.

Pada kesempatan ini, Bank Syariah Indonesia juga mengumumkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2020. Sebanyak enam mata acara yang diputuskan dalam RUPS Tahunan ini, di antaranya persetujuan laporan keuangan tahun buku akhir Desember 2020, persetujuan penggunaan laba bersih tahun 2020, remunerasi direksi, komisaris dan Dewan Pengawas Syariah 2021, persetujuan penunjukkan kantor akuntan publik, persetujuan perubahan susunan Dewan Pengawas Syariah, dan persetujuan perubahan anggaran dasar.

Berita Lainnya