logo alinea.id logo alinea.id

Bukalapak investasi Rp1 triliun buka warung offline

Investasi Rp1 triliun tahun ini untuk merangkul lebih banyak warung. Saat ini terdapat 400.000 warung bergabung dengan Bukalapak.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 10 Jan 2019 17:54 WIB
Bukalapak investasi Rp1 triliun buka warung offline

Situs dagang daring Bukalapak mengalokasikan investasi Rp1 triliun untuk pengembangan mitra warung Bukalapak melalui pemanfaatan teknologi. CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan program ini  telah berlangsung sejak dua tahun lalu. 

“Ini bukan hanya warung, tapi ekosistem usaha kecil," ujar Zaky di Jakarta, Kamis (10/1).

Zaky mengatakan, investasi Rp1 triliun tahun ini untuk merangkul lebih banyak warung. Saat ini, terdapat 400.000 warung telah bergabung bersama Bukalapak.

Selain merangkul lebih banyak warung, investasi ini juga akan memperluas gudang dan inventori produk. Bukan hanya produk yang laku saja, tapi juga produk lain yang bisa dijual di warung.

"Usaha kecil di Indonesia jumlahnya 5 jutaan dan kami menjaring di online 3 sampai 4 juta, jadi masih banyak yang belum tersentuh teknologi," kata Zaky.

Zaky mengatakan potensi offline warung begitu besar, sehingga Bukalapak ingin meraih ekosistem yang lebih luas. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan bahwa 80% orang Indonesia tidak memiliki akun bank.

"Mayoritas offline, mereka umumnya cash, mungkin 10-20 tahun mendatang tidak tersentuh digital, ini yang ingin kita disrupt," ujar dia.

Selama ini, kata Zaky, transaksi offline di warung Bukalapak mencapai 20% dari total transaksi, dan pertumbuhannya lebih cepat. Hal ini menujukkan besarnya warung offline di Indonesia.

Sponsored

Bahkan mengutip sebuah riset, Zaky menyebutkan bahwa penduduk yang berbelanja di offline masih lebih dari 90%.

"Ini peluang kita bisa melakukan impact yang lebih besar. Contohnya memberdayakan tukang gorangan atau penjual sandal jepit," kata Zaky.

Untuk itu, dalam ulang tahun ke-9, Bukalapak juga memperkenalkan Mitra Bukalapak untuk memberdayakan usaha kecil agar naik kelas sekaligus mendorong penetrasi digital.

"Kita memberikan software, mereka punya akses terhadap produk, karena selama ini tidak semua warung punya akses terhadap produk, dengan ini dikombinasikan dalam satu platform," kata Zaky.

Call Order Delivery (COD) memungkinkan pemilik warung memesan stok barang dagangannya melalui aplikasi untuk langsung diantar ke warung, serta layanan Saldo Bantuan.

Tidak hanya itu, warung dapat semakin terhubung dengan teknologi, dengan adanya fitur "Warung Terdekat" dalam aplikasi.

Masyarakat juga semakin dimudahkan dengan terhubungnya warung dengan teknologi seperti kode QR untuk berbelanja di warung.

"Dalam satu tahun terakhir, transaksi kami tumbuh tiga kali lipat dan mencapai lebih dari 12 juta kunjungan setiap harinya. Di usia yang ke-9 tahun ini, kami berkomitmen untuk terus menerobos batas dan menciptakan inovasi-inovasi mutakhir untuk memberikan solusi bagi masyarakat," ujar Zaky.  (Ant)