sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cara Garuda Indonesia beri keamanan dan kenyamanan di era new normal

Protokol kesehatan diterapkan secara ketat pada seluruh proses perjalanan, dari sebelum terbang hingga setelah mendarat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 18 Nov 2020 22:49 WIB
Cara Garuda Indonesia beri keamanan dan kenyamanan di era <i>new normal</i>
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Pandemi Covid-19 tak membatasi maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk melayani penumpang domestik ke tempat tujuan-tujuan wisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sebelum keberangkatan, Garuda Indonesia mewajibkan calon penumpang memenuhi standar protokol kesehatan 3M, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. 

Calon penumpang pun diwajibkan mencantumkan hasil nonreaktif tes cepat (rapid test) atau polymerase chain reaction (PCR), yang juga akan divalidasi di bandara sebelum keberangkatan. Sehingga, lebih memberi rasa aman bagi wisatawan dalam perjalanan di era kenormalan baru (new normal).

Bukan hanya administrasi maskapai penerbangan yang diperketat dengan protokol kesehatan, bandara pun demikian. Berdasarkan pantauan Alinea di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (17/11), sistem pengamanan kesehatan berlapis diberlakukan.

Sebelum memasuki area pengecekan bagasi, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang dengan thermogun dan diberi penyanitasi tangan (hand sanitizer). Selain itu, di area-area pintu masuk, terdapat monitor canggih pendeteksi suhu tubuh dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dengan demikian, seluruh pergerakan orang terdeteksi dengan baik.

Selanjutnya, sebelum memasuki ruang tunggu pesawat, para penumpang melewati gerai validasi hasil tes cepat terlebih dahulu sembari menunjukkan boarding pass pesawat dan KTP.

Seluruh petugas bandara dan pegawai Garuda Indonesia juga menggunakan alat perlindungan diri yang baik, misalnya memakai sarung tangan, masker, pelindung wajah (face shield), dan menjaga jarak.

Saifan (25), salah satu penumpang Garuda Indonesia yang akan berangkat menuju Bali, menceritakan kesan yang dialaminya ketika bepergian di era new normal. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan maskapai dan bandara membuatnya merasa aman.

Sponsored

"Sudah sangat bagus, ya, dari sisi pengecekan dan penerapan 3M di bandara. Jadi, meskipun mau bepergian, jadi tetap merasa aman," katanya kepada Alinea di lokasi.

Dia mengungkapkan, ini pertama kalinya bepergian menggunakan maskapai penerbangan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret lalu. Sebelumnya hanya berdiam diri di rumah sembari mengikuti instruksi pemerintah untuk tak bepergian jika tidak terlalu penting.

Seiring menurunnya tingkat sebaran kasus positif, Saifan mulai berani keluar rumah. Alasannya, pergi ke Bali untuk urusan pekerjaan sembari berkreasi #BersamaJagaIndonesia dan cukup #diIndonesiaAja sekaligus melihat penerapan protokol kesehatan di tengah situasi new normal.

Dia pun terdorong berwisata sembari membantu geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak parah imbas pandemi.

"Pemerintah, kan, juga mengimbau agar masyarakat membantu geliat UMKM. Jadi, buat bantu-bantu menggerakkan ekonomi juga. Kalau di rumah saja, kan, jadi enggak jalan ekonominya," ujarnya.

Saat memasuki pesawat, penerapan 3M masih terus diberlakukan. Selain mencuci tangan dan menggunakan masker, jarak aman setiap penumpang diatur dengan pembatasan jarak setiap kursinya.

Menggunakan pesawat Airbus A330-300 Wide Body yang memiliki kapasitas kursi lebih besar dan lebar, setiap penumpang diatur duduknya dengan hanya mengisi satu kursi di setiap sisi kiri dan kanan pesawat, yang hanya terdapat dua kursi dan dua kursi di tengah di setiap sudutnya, yang terdapat empat kursi.

Pesawat juga difasilitasi teknologi HEPA Cabin Air Filter untuk menjernihkan udara yang berada di kabin pesawat, termasuk dari virus dan bakteri.

Sesampainya di Bali, penerapan protokol kesehatan diberlakukan sama ketatnya. Semua penumpang yang turun wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Lalu didata menggunakan aplikasi electronic health alert card (e-HAC).

Harapannya, masyarakat bisa kembali berwisata menikmati #WonderfulIndonesia dengan #GarudaIndonesia jika situasi membaik dan semakin aman untuk bepergian ke depannya.  

Garuda Indonesia juga terus bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengedukasi masyarakat agar menaati protokol kesehatan saat bepergian #BecauseYouMatter dan menjamin #TerbangAman bersama Garuda Indonesia.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya