sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

CSIS bangun proyek properti Rp25 triliun

Emiten kontraktor PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) bakal membangun proyek properti Olympic City senilai total Rp25 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 26 Feb 2019 21:27 WIB
CSIS bangun proyek properti Rp25 triliun

Emiten kontraktor PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) bakal membangun proyek properti Olympic City senilai total Rp25 triliun dalam 15 tahun. 

Rencananya perusahaan akan menggarap lahan seluas 25 hektare (ha) untuk pengembangan kawasan terintegrasi berupa rumah tapak, apartemen, perkantoran mall, dan sekolah.

Direktur Keuangan Cahayasakti Investindo Sukses Apran Kurniawan mengatakan pembangunan tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap. 

Untuk tahap pertama, pada tahun ini perusahaan akan melakukan pembangunan 150 rumah tapak dengan target penyerahan ke pembeli sebanyak 45 unit di akhir tahun ini.

"Landed house yang sedang dibangun Pine Garden 1 dengan pengerjaan kontruksi jalan, infrastruktur jalan. Tahun ini akan di serah terimakan 45 unit. Seluruh rumah tapak ini rencananya selesai Juli 2020," kata Apran di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/2).

Kemudian untuk tahap kedua, perusahaan akan membangun apartemen kelas menengah ke bawah yang direncanakan akan dibangun sebanyak tiga tower. Namun jumlah ini bisa meningkat tergantung hasil penjualan rumah tapaknya nanti.

Sementara itu, untuk pendanaannya, saat ini perusahaan tengah memperkuat kas perusahaan dengan melakukan penjualan sebanyak empat unit gudang khusus e-commerce yang berlokasi di wilayah industri.

Adapun perseroan berencana untuk menambah landbank atau lahan seluas 5 ha untuk pengembangan proyek Olympic City tersebut. Namun, perseroan belum merinci berapa pendanaan yang dibutuhkan untuk lahan tersebut.

Sponsored

"Sekarang eksisting lahan 25 hektare, tetapi kami akan tambah 5 hektare saja di kawasan yang sama. Di luar itu belum ada, kami fokus dulu di sana," ujar dia.

Manajemen PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS). / Eka Setiyaningsih-Alinea.id

Tekan rugi

Sementara itu, produsen furnitur Olympic itu tengah menggarap beberapa proyek konstruksi dan mebel pada tahun ini. Perusahaan memprediksi dana yang dibutuhkan dalam proyek ini mencapai Rp200 miliar.

Arpan Kurniawan menyebutkan, beberapa proyek yang dikerjakan pada tahun ini adalah pembanguan gudang e-commerce, ruko, dan budget hotel di kawasan Sentul, Jawa Barat. 

Pembangunan gudang dan infrastruktur di kawasan Cikembar, Sukabumi, pembangunan rumah sakit di Bekasi, Jawa Barat, serta pengadaan furnitur di hotel Kabupaten Bogor.

Selain itu, perusahaan juga berencana untuk mengurangi proyek-proyek yang berasal dari grup perseroan. Sebab, jika pihaknya mengerjakan dari grup perseroan, margin yang didapatkan tidak akan besar.

"Kami tahun ini lebih fokus untuk proyek-proyek di luar grup, tujuannya supaya margin yang diperoleh lebih tinggi," urainya.

Perseroan juga berencana untuk memperkuat cash flow, dengan mengurangi pinjaman bank jangka panjang. Hingga September 2018, cash flow perseroan masih negatif Rp81,9 miliar.

Sementara itu dari laporan keuangan, perseroan membukukan rugi bersih hingga kuartal III-2018 senilai Rp14,2 miliar. Kerugian itu membengkak 144,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp5,8 miliar.

Dengan mencatatkan kerugian tersebut, perseroan akan memperbaiki kinerja pada tahun ini. Sejumlah langkah strategis akan dilakukan oleh perseroan. Salah satunya merombak jajaran direksi perusahaan pada akhir tahun lalu.

"Pemegang saham dan manajemen CSIS melakukan pergantian pengurus pada 2018 sesuai dengan hasil RUPS. Kami juga lakukan efisiensi semaksimal mungkin, untuk 2019 ini kami sudah lakukan efisiensi 40% dari budget biaya di tahun 2018" kata Apran.

Selain itu, perusahaan juga akan mempercepat progres pembangunan proyek yang sedang berjalan. "Kami gerak cepat di marketing, tender dan lainnya. Makanya kami berani targetkan Rp200 miliar dari CSIS saja," ucapnya.

Sedangkan dari anak usaha, kata Apran, tahun ini ditargetkan penjualan bisa menembus Rp40 miliar-Rp50 miliar. Sehingga proyeksi pendapatan perusahaan pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp250 miliar dengan perkirakaan laba sekitar 2%-3% dari raihan tersebut.